Bali Tak Boleh Gagal Pulihkan Pariwisata

Dibukanya aktivitas kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali menjadi harapan untuk tumbuhnya kembali perekonomian Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) Dibukanya aktivitas kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali menjadi harapan untuk tumbuhnya kembali perekonomian Bali. Namun, beberapa kendala masih menyelimuti untuk dapat dibukanya kunjungan wisman pada 11 September mendatang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster pada siaran pers Sabtu (22/8) lalu.

Gubernur Koster mengungkapkan, sejak Juli lalu Bali telah memulai tatanan kehidupan baru dengan dibukanya aktivitas masyarakat dalam ruang lingkup lokal sejak 9 Juli lalu pada tahap pertama, serta dibukanya sektor pariwisata dengan memaksimalkan kunjungan wisatawan domestik pada 31 Juli untuk tahap kedua. Sementara untuk tahapan ketiga yang direncanakan dibuka pada 11 September mendatang beberapa hal yang perlu dipertimbangan secara matang untuk dimulainya aktivitas pariwisata mancanegara.

Secara prinsip, lanjut Koster, Pemerintah Pusat sangat mendukung rencana Pemprov Bali untuk memulihkan kepariwisataan, dengan membuka pintu untuk wisman berkunjung ke Bali. Namun, hal itu memerlukan kehati-hatian, tidak boleh terburu-buru, dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Hal ini disebabkan posisi Bali sebagai destinasi utama wisata dunia, yang sangat tergantung dan berdampak pada kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia, termasuk Bali.

Dalam upaya pemulihan pariwisata, Bali tidak boleh mengalami kegagalan karena akan berdampak buruk terhadap citra Indonesia termasuk Bali di mata dunia, yang bisa berakibat kontraproduktif terhadap upaya pemulihan pariwisata,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemerintah Pusat memberi arahan agar Pemprov Bali mematangkan tata cara, sistem, dan infrastruktur agar pemulihan pariwisata Bali dapat dilaksanakan dengan lancar dan sukses, dengan tetap mampu menangani pandemi Covid-19 secara baik. Mengenai kapan akan dimulainya wisman diizinkan berkunjung ke Bali, sangat ditentukan berdasarkan penilaian terhadap perkembangan situasi di dalam dan di luar negeri. Oleh karena itu, sampai akhir tahun 2020 ini, Pemprov Bali akan mengoptimalkan upaya mendatangkan wisatawan domestik berkunjung ke Bali dalam rangka memulihkan pariwisata dan perekonomian Bali.

Beberapa pertimbangan belum diizinkannya wisman berkunjung ke Bali diantaranya, masih berlakunya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia masih memberlakukan kebijakan yang melarang warga negaranya berwisata ke luar negeri, paling tidak sampai akhir tahun 2020.

“Sejalan dengan itu Pemerintah Indonesia juga belum dapat membuka pintu masuk untuk wisatawan mancanegara ke Indonesia sampai akhir tahun 2020, karena Indonesia masih termasuk kategori zona merah. Situasi di Indonesia belum kondusif untuk mengizinkan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia, termasuk berkunjung ke Bali,” ungakpnya.

Selain itu, hal yang menjadi pertimbangan lainnya yaitu, belum ada satu pun negara di dunia yang memberlakukan kebijakan untuk mengizinkan warganya berwisata ke luar negaranya. Bahkan negara-negara di dunia memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas yang sangat ketat terhadap warganya karena pandemi Covid-19 masih mengalami peningkatan sehingga mengancam kesehatan dan keselamatan warganya.

“Sebagai contoh, Australia yang warganya paling banyak berwisata ke Bali baru berencana mengizinkan warganya untuk berwisata pada tahun 2021. Demikian pula halnya Tiongkok, Korea, Jepang, dan negara-negara di Eropa,” terang Gubernur Koster.*wid

BAGIKAN