Bali Safari Perketat Prokes

Hampir 90 persen objek wisata telah dibuka untuk kembali siap menerima pengunjung. Salah satu objek wisata favorit yang banyak ditunggu adalah Bali Safari.

Gianyar (bisnisbali.com) – Hampir 90 persen objek wisata telah dibuka untuk kembali siap menerima pengunjung. Salah satu objek wisata favorit yang banyak ditunggu adalah Bali Safari. Tentunya, objek wisata ini siap menerima pengunjung karena menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang detail dan tegas.

Sales Promotion Bali Safari A.A. Ngurah Alit Sujana mengatakan, sejak ditutup pada Maret dan dibuka kembali pada 9 Juli, belum ada peningkatan pengunjung yang signifikan. Jumlah kunjungan hanya sedikit naik saat weekend. Banyak persiapan dilakukan Bali Safari sebelum resmi dibuka oleh Gubernur Bali. Tentunya, persiapan mengarah pada prokes.

 “Persiapan yang dilakukan dicek langsung oleh Dinas Pariwisata dan Pemda Gianyar, sebelum akhirnya disetujui oleh Pemprov. Kita optimalkan untuk menambah fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer setiap jarak 100 meter. Pengunjung juga diatur jaraknya,” ujar Ngurah Alit.

Karena prioritas utamanya prokes sesuai dengan anjuran pemerintah, pengunjung pun dipertegas dengan wajib menggunakan masker. Bagi yang tidak membawa, harus berkenan untuk membeli. Bagi pengunjung yang tidak mengikuti aturan ini, terpaksa akan dipulangkan oleh pihak Bali Safari. Bentuk keseriusan dalam menerapkan prokes juga berlaku sama terhadap seluruh pegawai.

Dengan luas lahan 50 hektar, kerja sama antarpegawai yang berjumlah kurang lebih 700 orang sangat dibutuhkan. Selama pandemi, tidak ada satupun pegawai yang dirumahkan. Shift kerjanya saja yang diatur terutama untuk menjaga dan merawat satwa yang ada.

“Biaya operasional dibantu oleh pusat. Kita juga menekan pengeluaran biaya untuk promosi dan sebagainya. Biayanya kita utamakan untuk pakan dan kesehatan satwa. Untuk itu, kami usahakan melakukan beberapa strategi yang lebih banyak melibatkan media. Di sisi lain, kita juga melakukan penurunan harga dengan menjual voucher seharga Rp 110 ribu yang awalnya Rp 175 ribu. Sebelum pandemi kita melakukan kerja sama dengan hotel dan tour travel, tapi untuk saat ini dominan kita jual sendiri,” tambahnya.

Voucher yang dijual dengan harga Rp 110 ribu itu sudah termasuk berkeliling Bali Safari dan menonton seluruh pertunjukan, seperti show harimau, gajah dan burung yang memiliki durasi 30 menit di setiap pertunjukan. Saat berkeliling, pengunjung akan disuguhkan berbagai macam satwa yang ada dengan dipandu oleh tour guide dan diberikan edukasi singkat tentang satwanya.

“Kami dari Bali Safari sangat berterima kasih dan bersyukur atas dibukanya beberapa tempat wisata, termasuk Bali Safari. Untuk selanjutnya, mungkin pemerintah mampu meringankan aturan pengunjung yang datang agar tidak dipersulit dengan rapid test. Pengunjung merasa enggan melakukannya, karena tidak ada tempat wisata yang menanyakan tentang hal tersebut. Mungkin sekiranya pemerintah dapat meluruskan tentang hal itu,” tutupnya. *git

BAGIKAN