Bali Perlu Stimulus Likuiditas Tunai

Bisnis dan ekonomi Bali pada triwulan II tahun 2021 diperkirakan tetap stagnan dan cenderung memburuk di tengah persoalan multidimensi keuangan, khususnya APBN yang sedang dihadapi pemerintah.

Denpasar (bisnisbali.com) – Bisnis dan ekonomi Bali pada triwulan II tahun 2021 diperkirakan tetap stagnan dan cenderung memburuk di tengah persoalan multidimensi keuangan, khususnya APBN yang sedang dihadapi pemerintah. Agar ekonomi tumbuh, perlu ada terobosan besar dan nyata dari pemerintah pusat dalam pemberian stimulus likuiditas tunai yang nyata kepada pemerintah Bali.

Demikian diungkapkan pemerhati ekonomi, Viraguna Bagoes Oka, di Denpasar, Kamis (22/4). Mantan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali ini menilai, likuiditas tersebut diharapkan disalurkan dalam jumlah terukur serta tepat sasaran. “Bukan janji dan wacana semata, sehingga benar-benar mampu membangkitkan kembali usaha-usaha produktif masyarakat yang terdampak langsung akibat krisis multidimensi yang dialami Bali,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa VBO ini menegaskan, ekonomi Bali pada triwulan II masih tidak banyak terjadi perbaikan yang berarti dan cenderung stagnan melambat. Hal tersebut ditandai beberapa di antaranya, perekonomian dan dunia usaha Bali hingga pertengahan April 2021 masih tetap lesu di tengah ancaman zona merah yang masih dominan di beberapa kabupaten strategis di Bali. “Walaupun saat ini Bali yang dipelopori langsung oleh Gubernur telah berinisiatif kuat untuk berjuang keras meminta kepada otoritas keuangan pusat yang kompeten dalam kebijakan stimulus nasional,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap agar Bali dapat diberikan kebijakan spesifik untuk suku bunga rendah kepada dunia usaha yang terkait atau terdampak langsung oleh pandemi maupun krisis global. Kebijakan ini dalam upaya membangkitkan perekonomian yang sedang mengalami keterpurukan berkepanjangan.

Namun, permintaan pemberlakuan kebijakan spesifik Gubernur Bali tersebut ternyata memang sangat sulit bisa terwujud. Industri pariwisata seperti hotel, travel agent dan lain-lain, sudah mati suri. Secara struktur keuangan, usaha telah macet secara sistemik sehingga sulit untuk bangkit kembali walaupun dengan bantuan dana stimulus bersuku bunga terendah sekalipun. *dik

BAGIKAN