Bali Perlu Reorientasi Kegiatan Ekonomi

Selama pandemi Covid-19 berlangsung estimasi roda perekonomian tidak bergerak normal.

DIVERSIFIKASI EKONOMI - Diversifikasi di sektor ekonomi mutlak dilakukan dan ke depannya nanti, Bali diharapkan tak hanya fokus di bidang pariwisata, tapi juga mulai melirik sektor lainnya.

Denpasar (bisnisbali.com) – Selama pandemi Covid-19 berlangsung estimasi roda perekonomian tidak bergerak normal. Terlebih bagi daerah yang bertumpu pada sektor usaha yang terdampak signifikan oleh pandemi, seperti Bali yang bertumpu pada pariwisata. Karena itu daerah ini perlu melakukan reorientasi kegiatan ekonomi.

Pemerhati ekonomi dari Undiknas University, Agus Fredy Maradona, Ph.D., CA. di Renon, Minggu (16/5), mengungkapkan, reorientasi ekonomi dalam upaya pemulihan perekonomian ini, misalnya menghadirkan produk baru, pendekatan bisnis baru, layanan baru, termasuk sektor-sektor usaha baru yang adaptif terhadap kondisi pandemi ini.

Ia yang lulusan Macquarie University, Sydney Australia ini pun menilai tingkat pertambahan kasus covid di Bali masih cukup tinggi. Hal ini jelas merupakan hambatan dalam upaya pemulihan ekonomi, mengingat syarat pembukaan pariwisata Bali adalah terkendalinya kasus Covid-19.

“Apabila tinggiya kasus Covid- 19 di Pulau Dewata ini terus berlanjut, saya khawatir pembukaan pariwisata Bali akan tertunda. Hal ini jelas akan merugikan perekonomian Bali mengingat belum ada sektor usaha yang siap menggantikan sektor pariwisata sebagai penumpu perekonomian Bali,” paparnya.

Disinggung soal diversifikasi ekonomi, AF. Maradona yang juga Wakil Rektor IV Undiknas University ini mengatakan, hal ini merupakan suatu hal mutlak yang harus dilakukan saat ini. Apapun bentuk investasi baru yang akan dilakukan di Bali ke depan, hendaknya tidak lagi berfokus pada sektor pariwisata.

“Tentu kita tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang. Akan tetapi, Bali masih memiliki lahan pertanian yang bisa dikembangkan menjadi industri pertanian yang besar, dengan pasar tidak saja Bali dan Indonesia, tapi juga negara lain,” ujarnya.

Dan, industri pertanian ini bisa juga berjalan beriringan dengan sektor pariwisata, misalnya melalui agro industri. Sebagai contoh di Australia, industri pertanian anggur juga merupakan industri pariwisata.

Sektor lain yang sangat penting untuk dikembangkan adalah sektor kesehatan dan pendidikan. Health tourism serta pendidikan yang menyasar siswa/mahasiswa internasional sangat perlu untuk dikembangkan. “Bali telah sangat dikenal sebagai tujuan wisata di dunia, sehingga saya yakin ini bisa dijadikan salah satu fondasi utama dalam mengembangkan health tourism dan pendidikan bagi siswa/mahasiswa internasional,” ungkapnya.

Selain sektor-sektor tersebut, Agus Fredy sangat berharap agar strategi diversifikasi sektor ekonomi di Bali juga dilakukan dengan mengundang investasi di bidang industri kreatif dan teknologi. Ia mencontohkan pendanaan bagi start up digital.

Dengan demikian, Bali tidak saja dikenal sebagai tujuan wisata, tetapi juga pusatnya industri kreatif dan pengembangan industri teknologi digital. “Industri-industri ini akan semakin penting mengingat saat ini sudah terjadi revolusi industri 4.0 di mana kita menuju masyarakat 5.0,” ucapnya. *dik

BAGIKAN