Bali Percepat Persiapan FCC

Digencarkannya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat khususnya tenaga kesehatan dan pelaku pariwisata diharapkan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan pariwisata internasional.

Denpasar (bisnisbali.com) – Digencarkannya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat khususnya tenaga kesehatan dan pelaku pariwisata diharapkan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan pariwisata internasional. Terlebih, tren kasus Covid-19 yang mulai menurun memberikan harapan bagi pariwisata Bali. Persiapan program Free Covid-19 Corridor (FCC) akan dipercepat dengan target rampung bulan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dalam sebuah dialog virtual bertajuk “Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang” yang digelar, Senin (1/3). “Strategi kami yang pertama tentu mengendalikan dulu penanganan Covid-19 yakni menurunkan kasus baru, meningkatkan angka kesembuhan dan mengendalikan angka kematian,” ungkap Gubernur Koster.

Saat ini tren sudah makin membaik, angka positif makin menurun serta tingkat kesembuhan sudah sangat baik di angka 91 persen, setelah sempat menyentuh angka 80 persen. Demikian juga pelaksanaan vaksinasi terus dikebut, yang kini Provinsi Bali jadi yang tertinggi untuk angka persentase pemberian vaksin.

“Kalau ini (vaksinasi) sudah selesai dilakukan, maka saya kira rangsangan, motivasi masyarakat luar untuk datang ke Bali akan terus meningkat. Dari laporan dan kajian bahwa kerinduan para wisatawan akan Bali sudah demikian tinggi hanya saja situasi yang belum memungkinkan untuk membuka pintu pariwisata internasional,” terang Gubernur asal Desa Sambiran, Buleleng ini.

Khusus program FCC, alumnus ITB Bandung ini menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah memetakan kawasan-kawasan yang akan digunakan sebagai zona hijau. Dua kawasan yakni Nusa Dua dan Ubud dipandang sebagai kawasan yang paling siap untuk masa awal.

“Kita sudah petakan juga kebutuhan vaksin. Di Ubud perlu 100 ribu vaksin dan Nusa Dua perlu 10 ribu vaksin untuk masyarakat dan pekerja di sana. Kami siapkan SOP dengan ketat, dan jika sudah datang vaksinnya, Maret bisa tuntas dan sudah bisa di-treatment oleh Kementerian Pariwisata. Jika program ini sudah berhasil, maka sudah bisa di-treatment untuk pembukaan wisatawan internasional dan jadi percontohan yang sangat baik,” harap mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir secara daring sebagai narasumber menyebut dirinya sangat bersyukur melihat proses vaksinasi tahap pertama yang berlangsung dengan baik di Bali. Menparekraf juga mengharapkan lancarnya program vaksinasi di Bali akan jadi bola salju yang memicu berjalannya program serupa di daerah lain terutama yang juga menggantungkan diri dari sektor pariwisata seperti halnya Bali.

“Adalah prioritas kita untuk memulihkan sektor yang secara general menyerap lebih dari 34 juta tenaga kerja ini. Kita sedang melalui masa sulit di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dan bisa kita lihat di Bali saat ini,” katanya.

Kesuksesan program vaksinasi dan penurunan kasus, dibarengi dengan pembukaan pariwisata kembali diungkapkan Menparekraf, akan sangat berpotensi menjadi rebound untuk sektor pariwisata Bali. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi 3,1 hingga 4,8 persen menurut data BPS, BI hingga Bank Dunia. “Tentu kita optimis, namun kita harus gerak dan jangan menunggu. Disiplin tetap dilakukan dan mudah-mudahan bisa segera terwujud di tahun 2021 ini,” serunya.

Terkait program FCC, Sandiaga mengaku pihaknya bersama kementerian terkait sedang serius menggarap program yang merupakan usulan pemerintah dan masyarakat pariwisata Bali tersebut. “Yang jelas, dalam waktu-waktu terakhir ini, Saya sedang kencang berbicara masalah free covid corridor ini dengan duta-duta besar negara sahabat yang secara kondisi di negaranya sudah siap seperti Tiongkok, Singapura, dan lainnya untuk kemungkinan pembukaan pintu pariwisata internasional. Kita perlu banyak duduk bersama untuk menyiapkan hal ini,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN