Bali Harus Seimbangkan Fundamental Perekonomian

Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran berharga, termasuk bagi Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata dalam perekonomiannya.

Mangupura (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran berharga, termasuk bagi Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata dalam perekonomiannya. Maka dari itu, ke depan Bali tidak hanya mengandalkan pariwisata namun mampu menyeimbangkan fundamental perekonomian yang juga meliputi pertanian dan industri. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali di The Trans Resort Hotel, Badung, Sabtu (8/8) lalu.

Gubernur Koster mengajak Kadin Bali untuk melihat ekonomi dengan dimensi ke depan. Bali tidak lagi bisa hanya mengandalkan pariwisata. Menurutnya Bali harus mulai dengan paradigma ekonomi yang baru. “Maka, agenda saya dua tahun ini mulai menyiapkan ekosistem untuk itu yaitu menyeimbangkan fundamental perekonomian Bali yang meliputi pariwisata, pertanian dan industri,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menambahkan, industri yang akan dikembangkan adalah industri yang berbasis pada keunggulan masyarakat Bali. Industri berbasis branding Bali dengan inovasi, kerajinan dan kreativitas masyarakat Bali. “Untuk bisa menjalankan fundamental ekonomi ini harus didukung dengan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur darat, laut, udara secara terkoneksi dan terintegrasi. Satu per satu kita wujudkan,” kata Gubernur Koster.

Koster juga mengatakan akan segera membahas konsep pemulihan ekonomi Bali. Titik dan sektor mana saja yang bisa menjadi pengungkit pemulihan ekonomi Bali akan dikembangkan. “Pada tahapan itu saya akan banyak bicara dengan Kadin dan pelaku ekonomi yang ada di Bali,” ujarnya.

Oleh karena itu Gubernur Koster berharap Musprov Kadin  Bali VII ini berjalan lancar sehingga menghasilkan pengurus yang nantinya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Gubernur berharap Kadin Bali bisa memahami dan menyesuaikan diri dengan visi pembangunan daerah Bali ke depan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Jadi ekonomi Bali ke depan akan lebih berpihak kepada sumber daya lokal Bali. Ada leverage. Jadi mana yang global, mana yang nasional dan lokal. Supaya lebih memberi manfaat kepada masyarakat lokal Bali,” ujarnya.

Ia berharap pelaku ekonomi Bali ke depan lebih mengedepankan kebersamaan, kolaborasi dan sinergi. Anggota Kadin Bali diharapkannya memiliki daya juang yang tinggi, jujur, setia dan tabah, termasuk dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Bidang Organisasi, Ali Said berharap Gubernur Bali dan pemerintah daerah selalu membina dan memberi dukungan terhadap eksistensi Kadin Bali. Menurutnya kuartal ketiga tahun 2020 ini menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi Indonesia sehingga tidak terjebak ke dalam jurang resesi. Di sisi lain pemulihan ekonomi harus tetap dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi gelombang kedua. *wid

BAGIKAN