Bali Era Baru, Pemkab Tabanan Komit Jaga Kedaulatan Pangan

Pemkab Tabanan berkomitmen dan bekerja keras dalam menjaga kedaulatan pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan untuk krama Bali sepanjang waktu secara terjangkau atau murah sebagaimana visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pemkab Tabanan berkomitmen dan bekerja keras dalam menjaga kedaulatan pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan untuk krama Bali sepanjang waktu secara terjangkau atau murah sebagaimana visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Sejumlah kebijakan yang berpihak dari proses produksi hingga pemasaran produk pertanian terus digulirkan pemerintah setempat. Demikian diungkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, di kantor Bupati Tabanan, Selasa (4/8) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Eka menerangkan, menjaga kedaulatan pangan seiring dengan wacana Gubernur Bali dengan menuju Bali Era Baru yang salah satunya ditandai dengan kedaulatan pangan sudah dilakukan sejak lama oleh para pemimpin Tabanan. Sebab, Tabanan basic-nya adalah sektor pertanian, sehingga pertanian dalam arti luas merupakan sektor yang tidak asing lagi untuk diupayakan.

Khusus program yang digulirkannya, dia mencontohkan, sejak 2014 lalu pihaknya mengupayakan produksi pertanian berkelanjutan dengan membeli hasil pertanian lokal melalui program Gerbang Pangan Serasi. Program tersebut berupa, BUMDes dengan bantuan permodalan dari pemerintah daerah, membeli hasil olahan pertanian.

“Prinsip kami, bila produk tersebut tidak memiliki added value, tentu harganya akan bersaing tidak sehat dan tidak punya kekhasan maupun keunikan. Dari program tersebut, kami juga libatkan Perusda yang memang disiapkan untuk mendampingi petani Tabanan untuk menghasilkan produk yang baik, packaging yang menarik dan bisa menciptakan pasar,” tuturnya.

Bercermin dari hal itu jelas Bupati Eka, Tabanan sebenarnya sudah mengupayakan sejak dulu kedaulatan pangan, termasuk yang diterapkan di tengah masa pandemi Covid-19 ini. Sektor pertanian ini harus diupayakan untuk bisa menciptakan ketahan pangan. “Ketahanan pangan ini sifatnya preventif, bertahan dari skup terkecil. Artinya, mulai dari kalangan ibu rumah tangga, masyarakat yang di-PHK untuk bisa bergerak  menanam produk pertanian, salah satunya dengan sistem hidroponik atau menggunakan botol bekas atau bambu,” ujarnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, terkait dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Tabanan, pihaknya juga melibatkan peran serta ASN yang jumlahnya mencapai 6.900 orang dengan bentuk pembelian beras sehat yang merupakan hasil produksi petani Tabanan. Program beras sehat untuk ASN tersebut setidaknya menyerap hasil produksi petani Tabanan mencapai 140 ton setiap bulan.

“Tunjangan ASN ini digantikan dalam bentuk beras sehat yang merupakan hasil dari petani Tabanan. Sebab ide awalnya adalah membeli produk Tabanan dari kita dan untuk kita. Selain beras, di tengah pandemi Covid-19 ini hal sama juga dilakukan pada komoditi pertanian lainnya, khususnya yang mengalami penurunan harga karena dampak Covid-19,” tegasnya.

Sejak pandemi Covid-19, ASN di Tabanan juga dilibatkan dengn membeli hasil pertanian lokal. Misalnya, ketika harga produk telur ini jatuh di pasaran, maka akan diintervensi dengen membeli untuk kemudian dibagikan kepada ASN. Begitu juga untuk komoditi lainnya, seperti sayur, dan ikan

Menurutnya, pertanian merupakan sektor penggerak ekonomi di Tabanan, bahkan sektor pertanian ini merupakan sektor ekonomi yang sangat kuat selain karena kebutuhan akan pangan itu penting. Bila memang ingin menjaga luasan sawah ini menjadi yang abadi, maka itu harus dipikirkan agar bagaimana petani tetap eksis, produksi mereka dipasarkan dengan baik, produknya juga memiliki estetika yang berdaya saing dan punya pasar yang jelas. Itu yang perlu dikawal dari hulu ke hilir.

“Terkait itu, kami di Tabanan dari program pemerintah hingga program CSR, diarahkan pada sektor pertanian. Kami, bahkan membuatkan aturan agar toko retail yang ada juga wajib menyerap 30 persen produk pertanian Tabanan, sehingga petani Tabanan bisa menikmati benefit dari keberadaan toko retail ini,” ujar Bupati Eka.*man

BAGIKAN