Bahaya Gadget pada Anak , Sebabkan Gangguan Perkembangan Bahasa dan Bicara

Kemajuan teknologi tidak sepenuhnya berdampak baik bagi kehidupan manusia.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kemajuan teknologi tidak sepenuhnya berdampak baik bagi kehidupan manusia. Salah satu dampak buruk yang menjadi kecemasan kalangan orang tua dan dokter anak, adalah dampak buruk penggunaan gadget pada balita.

Kesibukan orangtua bekerja dan memiliki sedikit waktu untuk terlibat dalam tumbuh kembang anak menjadi penyebab utama tumbuh kembang anak. Untuk mempermudah pengasuhan selain menitipkan kepada orangtua maupun pengasuh, anak-anak dibiarkan memakai gadget. Tanpa disadari, dengan tidak banyak terlibat dalam berkomunikasi dengan orang dan lebih banyak bermain gadget bisa menyebabkan perkembangan bahasa dan bicara anak terganggu.

Menurut dokter anak RSUP Sanglah dr.I.G.A. Sugitha Adnyana, SpA (K), jika tidak cepat dideteksi, tentu anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi ke depan. Meski belum ada data resmi mengenai berapa anak yang mengalami masalah perkembangan bahasa dan bicara karena pola asuh yang salah ini, tetapi dari beberapa kasus yang ia tangani, banyak yang mengalami masalah perkembangan bahasa dan bicara.

”Dari pendalaman kasus yang saya tangani, penyebabnya selalu sama. Anak jarang bertemu dengan orangtua dan pengasuhan diserahkan pada orangtua. Pada akhirnya agar anak tidak rewel diberikan gadget,” ujarnya.

Padahal di masa golden periode yaitu nol hingga dua tahun, anak perlu diajak berinteraksi dan berkomunikasi. Terlebih, jika anak memiliki kelainan bawaan seperti tuli, jika tidak diajak berinteraksi sedini mungkin maka akan terlambat diketahui. Tentunya jika terlambat diketahui, penanganan juga terlambat dilakukan.

Ada beberapa indikasi bisa diketahui anak terlambat bicara maupun memiliki masalah pada perkembangan pada bahasanya. Misalkan diusia dua tahun ia belum bisa merangkai kalimat dari dua kata.

 ”Normalnya anak satu tahun saja sudah bisa merangkai kalimat dengan dua kata. Jika sampai dua tahun masih belum bisa, ada gangguan dari perkembangan bahasa dan bicaranya,” ujar Adnyana.

Ia melanjutkan, jika hanya karena jarangnya berkomunikasi dan lebih banyak berinteraksi dengan gadget, permasalahan bicara dan bahasa ini akan sedikit lebih mudah ditangani jika dideteksi dini. Tetapi jika ada masalah lain seperti gangguan pendengaran perlu penanganan lebih ekstra.

”Jika ada masalah gangguan pendengaran bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini sudah ada alat bantu dengar yang bisa membantu anak-anak dengan permasalahan pendengaran. Makin dini diketahui akan makin baik,” jelasnya.

Adnyana menyarankan kepada orangtua, agar lebih sering berkomunikasi dan mengajak bicara anaknya terutama yang berada di golden periode yaitu sebelum dua tahun. ”Lebih efektif jika mendongeng setiap malam. Selain mengembangkan kemampuan bahasa dan bicaranya juga sekaligus mempereat hubungan antara anak dan orangtua,” katanya memungkasi. *pur

BAGIKAN