Denpasar (bisnisbali.com) – PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali melakukan kegiatan pemantauan kecelakaan selama periode Lebaran 1441 H Tahun 2020. Dalam melaksanakan fungsinya, BUMN ini tidak hanya berfokus pada pembayaran santunan pascakecelakaan tetapi turut aktif dalam pencegahan kecelakaan. Salah satunya adalah dengan turut aktif memantau pergerakan arus lalu lintas bersama mitra kerja terkait, baik lalu lintas darat, laut dan udara.
Jasa Raharja juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik khususnya dalam hal pelayanan santunan kepada korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan, baik korban meninggal dunia, luka-luka dan cacat tetap.
Nilai santunan Jasa Raharja yaitu kecelakaan di darat dan di laut bagi meninggal Rp50 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta, biaya rawatan maksimal Rp20 juta dan biaya penguburan Rp 4 juta. Kecelakaan di udara, meninggal Rp50 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta, biaya rawatan maksimal Rp25 juta dan biaya penguburan Rp4 juta.
Selain itu Jasa Raharja Cabang Bali bersama Ditlantas Polda Bali dan Bapenda Provinsi Bali turun ke jalan untuk berbagi takjil sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Aksi bagi-bagi takjil yang dilaksanakan di Simpang Jalan Hang tuah-By Pass Ngurah Rai pada Selasa(19/5).
Ini merupakan kali ketiga dilakukan secara rutin, di mana sebelumnya sempat dilakukan di perempatan Jalan Gatsu-Cokroaminoto Denpasar (6/5) dan Simpang Jalan Gatot Subroto-Nangka Denpasar(12/5).
Dalam acara kali ini di bagikan takjil sebanyak 400 bungkus, dari ketiga instansi untuk meringankan beban masyarakat.
Acara ini dilaksanaan sebagai wujud perhatian Jasa Raharja kepada masyarakat, juga upaya menggelorakan semangat kebersamaan berbagi selama bulan ramadhan ditengah wabah covid-19. Selain membagikan takjil, petugas juga menyampaikan agar pengendara menggunakan masker untuk mencegah menularnya pandemi Covid-19.
Aksi Pembagian Takjil ini juga dihadiri Kepala Dirlantas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Wisnu Putra. Sesuai informasi tertulis yang diterima, ia mengatakan situasi Bali saat ini sudah ramai dan diharapkan untuk tetap patuhi protap Covid-19. “Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, minum vitamin, hidup sehat supaya penyebaran penularan covid di Bali. Di tengah situasi Covid-19 ini, kita yang diberikan kelebihan harus berbagi dengan saudara-saudara,” paparnya.
Selain pembagian takjil, petugas juga mengedukasi pengguna jalan selalu menggunakan masker untuk mencegah menularnya Covid-19. Saatnya yang tepat dan sangat baik untuk berbagi bersama dengan masyarakat di Denpasar khususnya.
Selain itu, petugas juga mensosialisasikan larang mudik kepada pengguna jalan karena pandemic Covid-19.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung atau mudik sampai situasi normal kembali, sesuai anjuran pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucapnya.*

BAGIKAN