Bagi-bagi Daging, Nyatakan Babi Aman Dikonsumsi

Merebaknya isu virus African Swine Fever (ASF) memberi keresahan bagi sebagain peternak.

Denpasar (bisnisbali.com)-Merebaknya isu virus African Swine Fever (ASF) memberi keresahan bagi sebagain peternak. Selain dihatui dengan kematian ternak dengan cara mendadak, juga kesulitan untuk menjual ternak. Hal ini mengundang berbagai pihak mengadakan kampanye untuk menyatakan daging babi aman dikonsumsi.

Seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar yang menggelar bagi-bagi daging babi bersama para staf, Senin (17/2). Dirut PD Pasar Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan daging babi  aman untuk dikonsumsi. “Hal ini tentunya bertujuan untuk menghilangkan keresahan masyarakat yang ragu untuk mengkonsumsi daging babi,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini pihaknya memotong 3 ekor babi dengan dibagi menjadi 129 paket. Pemotongan dilakukan di rumah potong hewan (RPH) dengan mengambil ternak dari peternak di Kota Denpasar.  Selain melakukan kampanye bagi-bagi daging babi, pria yang akrab dipanggil Gus Kowi ini mengatakan, jika pembelian daging babi di pasar terlebih pada pedagang yang berlogo RPH sangat aman. Karena daging yang dijual diambil dari RPH yang kesehatan dan kebersihannya terjaga.

Dinas Pertanian Kota Denpasar juga melakukan hal serupa. Selain menggelar potong babi bersama staf, pihaknya juga melakukan pemeriksaaan terhadap daging babi yang dijual di pasaran. Pemeriksaaan melibatkan semua dokter hewan yang ada di Dinas Pertanian Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir makan daging babi. Sepanjang dimasak dengan baik, virus tersebut tidak akan menular manusia. “Masih aman untuk mengkonsumsi daging babi,” katanya.

Demikian pula yang dilakukan oleh masyarakat Banjar Kedaton, Kesiman yang telah melakukan pemotongan babi secara kolektif. Animo masyarakat di wilayah tersebut tetap tinggi untuk mengkonsumsi daging babi.

Tokoh masyarakat setempat yang merupakan panglingsir Puri Ageng Pemayun, Kesiman,  I Gusti Ngurah Gede, SH., mengaku sudah memotong beberapa ekor babi. Pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tidak takut makan daging babi sepanjang dimasak dengan baik.

Tradisi nampah celeng (potong babi) ini bukan kali ini saja. Kegiatan  ini sudah berlangsung sejak 2003 lalu atau sebelum duduk sebagai anggota DPRD Denpasar,  dan berlangsung setiap enam bulan sekali. Sekali potong, katanya, rata-rata 2 ton atau sekitar 17-18 ekor babi. Hanya saja, tahun ini momentumnya bersamaan dengan merebaknya isu virus. *wid

BAGIKAN