Atasi Kesulitan Peternak, Bank Mulai Siapkan Solusi Bersama

Kalangan perbankan mengatakan akan menyiapkan beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan bagi peternak yang mengalami kendala dari sisi kredit.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kalangan perbankan mengatakan akan menyiapkan beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan bagi peternak yang mengalami kendala dari sisi kredit.
Seperti dikatakan Pemimpin BNI Wilayah Denpasar I Made Sukajaya di Renon, Kamis (27/2) kemarin, dari monitoring bank untuk saat ini relatif tidak banyak yang terdampak kepada menurunnya performance kredit.

“Kebetulan portofolio kami banyak berada di area Bangli, sementara kejadian kematian tertinggi terutama ada di Badung dan Tabanan. Kami apreciate edukasi yang telah dilakukan oleh dinas terkait tentang langkah preventif mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.

Eksposur atau objek yang rentan terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko yang diprediksikan benar-benar terjadi, kata Sukajaya, bank melakukan pembiayaan pembibitan dan budi daya babi dan olahan sekitar 50 debitur. Maksimal kurang lebih Rp15 miliar atau 0,7 persen dari total portfolio kredit kecil.

“Area pembiayaan terbesar adalah di Bangli sekitar 55 persen sisanya di daerah lainnya,” ujarnya.
Diakui, pada sisi lain bank juga memonitor  terkait pengaruhnya secara tidak langsung kepada debitur dengan jenis usaha warung makan olahan babi. Pada awal kata dia kejadian merebak pada akhir Januari sampai dengan awal Februari, terlihat penurunan peminat warung makan. Namun dengan adanya  gerakan/ajakan makan babi guling awal Februari dan edukasi masyarakat bahwa  tetap aman mengkonsumsi daging babi olahan.

Pada pertengahan Februari sampai dengan saat ini kondisi sudah mulai pulih seperti biasa didorong juga adanya perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan sehingga tingkat konsumsi daging babi yang meningkat dalam melaksanakan rutinitas hari raya.
Bank BUMN ini telah melakukan pemantauan terakhir seluruh debitur pada sektor ini masih lancar.

“Kami memonitor dan mengamati secara kontinyu debitur kami yang berusaha dalam bidang perternakan terutama pertenakan babi untuk mengetahui lebih awal dampak kejadian untuk dicarikan solusi bersama,” paparnya.
Untuk ke depannya, engingat masih terbukanya potensi sektor peternakan BNI masih sangat terbuka utk pembiayaan sektor peternakan khususnya pembibitan dan budi daya unggas serta mixed farming dengan produk KUR BNI dengan bunga yang sangat murah 6 persen setahun. *dik

BAGIKAN