Denpasar (Bisnis Bali) – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan yang diambil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan RI Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam jumpa pers bersama Kepala BI, Kepala OJK, bersama stakeholder pariwisata, Kamis (19/3) di Jaya Sabha Denpasar.

POJK tersebut dikeluarkan melihat penyebaran covid-19 secara global telah berdampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran kredit. Juga berdampak terhadap meningkatnya risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan dan stabilitas sistem keuangan sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendorong optimalisasi kinerja perbankan perlu diambil kebijakan stimulus perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan ini menjadi acuan bagi
perbankan dalam penetapan kualitas aset dan kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan. Kebijakan ini berlaku untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19 termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bank dapat memberikan kredit atau pembiayaan dan/atau penyediaan dana lain yang baru kepada debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19 termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain POJK, Bank Indonesia juga mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan suku bunga perbankan yang diberlakukan utk perekonomian nasional dan daerah. “Ini perlu disampaikan cepat, karena dapat diakses oleh masyarakat agar kita tidak terlambat menjalankan kebijakan terikait perkonomian di Bali,” tandas Koster.

Gubernur berharap dunia perbankan di Bali baik BPD dan bank umum lainnya agar melaksanakan kebijakan OJK dan BI yang sangat membantu menghadapi situasi saat ini. “Dengan demikian para pegawai hotel yang tidak dapat bayaran penuh, kalau ada pinjaman di bank bisa bernegosiasi dengan bank untuk misalnya memperpanjang masa cicilan, menurunkan suku bunga dan kemudahan lainnya,” imbuh Koster.

Begitu juga bagi debitur termasuk pengusaha, UMKM dan koperasi yang terdampak dari Covid-19 ini bisa melakukan restrukturisasi. “Misalnya cicilan pokok diperpanjang, ditangguhkan. Suku bunga bisa diturunkan dan tempo diperpanjang. Tentu dengan sikap yang positif yang baik, sehingga apa yang diberikan kebijakan ini bisa dijalankan dangan baik untuk memulihkan perokonima di Bali,” pungkasnya. *pur/adv

BAGIKAN