Antisipasi Lonjakan Transaksi, LPD Siapkan Tambahan Likuiditas Jelang Galungan

Lonjakan transaksi terutama penarikan dana masyarakat biasanya mengalami peningkatan jelang hari raya Galungan dan Kuningan, terutama di Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

LPD - Transaksi di LPD Desa Adat Tegal.

Mangupura (bisnisbali.com) –Lonjakan transaksi terutama penarikan dana masyarakat biasanya mengalami peningkatan jelang hari raya Galungan dan Kuningan, terutama di Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Untuk itu, LPD pun menyiapkan likuditas yang cukup dalam memenuhi kebutuhan dana masyarakat jelang hari raya umat Hindu yang jatuh setiap enam bulan sekali ini.

 Salah satunya yang dijumpai di LPD Desa Adat Tegal, Darmasaba, Badung. Kepala LPD Desa Adat Tegal I Putu Suryadinatha, Jumat (4/9) kemarin, mengatakan, penambahan cadangan likuiditas biasanya menjadi agenda rutin yang disiapkan jelang hari raya. Sedikit berbeda dengan Galungan dan Kuningan kali ini, penambahan lukuiditas telah dilakukan sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Tambahan likudititas sudah kami siapkan sejak pandemi Covid-19 menlanda. Likuditas kami jaga di angka 25 persen, sehingga ekspansi kredit betul-betul kami rem,” ujarnya.

Dikatakannya, transaksi yang mengalami lonjakan yaitu lebih banyak ke penarikan tabungan termasuk deposito. Untuk mempersiapkan kebutuhan jelang Galungan, Suryadinatha mengatakan, peningkatan transaksi biasanya akan terjadi pada H-9 Galungan. “Senin Wuku Sungsang itu transaksi biasanya mulai meningkat. Sampai Senin H-2 nanti transaksi masih ramai,” terangnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pihaknya memprediksi akan ada perbedaan transaksi dibandingan dengan Galungan sebelumnya. Menurutnya, kemungkinan masyarakat akan ada yang berhemat. Demikian juga, transaksi yang terjadi dua bulan terakhir lebih banyak kepada penarikan tabungan dibandingkan menabung.

Suryadinatha menjelaskan, biasanya jelang Galungan dan Kuningan lonjakan transaksi di LPD Desa Adat Tegal tidak hanya pada panarikan tabungan, namun juga permintaan kredit. Hal itu dikarenakan potensi masyarakat di Desa Adat Tegal adalah sebagai pengusaha babi dari hulu hingga hilir, sehingga membutuhkan modal yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Disinggung terkait kesiapan pelayanan dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung di masa pandemi Covid-19, Suryadinatha mengatakan, SDM yang dimiliki sudah sangat siap. Hal ini mengingat 4 bulan terakhir SDM sudah dilatih untuk tetap melakukan pelayanan dengan baik dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Demikian juga layanan kantor dikatakannya sudah disiapkan menjalankan layanan dengan prosedur prokes. *wid

BAGIKAN