Antisipasi Kemacetan, “Shortcut” Dibuka Sementara

Shortcut titik 3, 4, 5 dan 6, jalan baru batas Kota Singaraja - Mengwitani telah selesai dibangun sesuai dengan target.

RAMPUNG - Shortcut titik 5-6 yang telah rampung dibangun.

Singaraja (bisnisbali.com) –Shortcut titik 3, 4, 5 dan 6, jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani telah selesai dibangun sesuai dengan target. Sebelum dibuka untuk umum, shortcut ini pun diupacarai secara Hindu, yakni upacara mecaru manca kelud lan melaspas, Senin (30/12) yang langsung diresmikan Gubernur Bali, Wayan Koster sehingga dapat langsung digunakan untuk mengantisipasi kemacetan saat malam tahun baru 2020.

“Saya mendesak agar shortcut ini dapat segera difungsikan untuk sementara waktu. Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan saat tahun baru,” kata Gubernur Koster.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, Ketut Payun Astapa mengatakan, upacara melapas dan pecaruan dipusatkan di shortcut titik 5-6 dan dipuput tiga sulinggih serta dibantu 20 orang pemangku. Usai upacara adat, acara dilanjutkan dengan peresmian oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dengan pemukulan gong.  Payun Astapa mengatakan, usai peresmian tersebut, shortcut pun langsung bisa dipergunakan. “Kira-kira dua jam setelah diresmikan, karena kami membongkar tenda dan juga pembersihan seusai melaspas, shortcut ini sudah bisa dipergunakan,” katanya.

Dengan rampungnya shortcut titik 5-6, maka selain memangkas waktu tempuh dari tujuh menit menjadi tiga menit, juga memangkas tikungan dari 15 menjadi lima tikungan. “Tujuan kami membangun shortcut ini adalah memperbaiki keselamatan pengguna jalan,” katanya, seraya mengatakan, jalan lama masih tetap digunakan akan tetapi menjadi jalur minor.

Sementara itu, PPK 3.3 BBPJN Wilayah VIII, Nyoman Yasmara menambahkan, shortcut ini dibuka khusus untuk tahun baru saja, yakni dari tanggal 30 Desember 2019 sampai dengan 2 Januari 2020. Pasalnya, shortcut ini harus uji kelayakan operasional. “Tidak lama itu uji kelayakannya, cepat kok. Dan setelah itu baru dibuka untuk selamanya,” katanya.

Ia menambahkan, untuk shortcut titik 3 memangkas empat tikungan menjadi satu tikungan dari jarak 650 meter menjadi 480 meter, sedangkan untuk titik 4 dari 13 tikungan menjadi lima tikungan dengan jarak tempuh 1,75 km menjadi 1,096 km. “Untuk jalan lama rencananya tetap kami fungsikan, dan nanti kami diskusikan dengan BPTB. Rencananya dibuat satu arah. Jadi kendaraan dari Denpasar ke Singaraja melalui jalan existing, dan sebaliknya dari Singaraja ke Denpasar lewat jalan baru,” katanya. *pur

BAGIKAN