Anthi Wijaya,   Garap Usaha Kuliner Rumahan

DI tengah pandemi Covid-19 yang turut meluluhlantahkan perekonomian masyarakat khususnya di Bali, tidak sedikit yang terdorong berkreativitas bahkan banting setir untuk tetap mampu bertahan hidup.

DI tengah pandemi Covid-19 yang turut meluluhlantahkan perekonomian masyarakat khususnya di Bali, tidak sedikit yang terdorong berkreativitas bahkan banting setir untuk tetap mampu bertahan hidup. Seperti yang dilakukan Anthi Wijaya, karyawan swasta yang saat ini tengah dirumahkan. Dengan ide energik, dia memutuskan untuk membuka usaha kuliner rumahan.

Bersama sang suami, Putu Joka Andika, Anthi Wijaya mengak sejak April 2020 lalu memulai usaha kuliner. Brands yang dipasarkan cenderung pada camilan. Wanita yang juga memiliki usaha di bidang fashion ini mengaku, tidak bisa bergantung dari jenis satu usaha fashion saja. “Usaha fashion sepi, bahkan bisa dibilang tidak jalan. Makanya harus berpikir membuat usaha yang memang dibutuhkan masyarakat saat ini, yaitu makanan,” ungkap perampuan yang berdomisili di Jalan Sutomo, Denpasar ini.

Anthi Wijaya menuturkan, dimulainya usaha camilan yang dengan nama handalan “Cemal Cemil” ini, berawal dari kesukaannya terhadap cokelat. Dia mengaku mampu membuat aneka cemilan tersebut dengan belajar otodidak dari tayangan-tayangan youtube. Kuatnya keinginan tersebut, dia bersama suami ingin mencoba mencari menu kuliner cemilan coklat yang simple dan lezat.

“Isenglah kita buka youtube untuk mencari cemilan yang enak dan gampang dibuat. Terus ketemu resep Truffles dan chewy choco yang bahannya simple dan tidak membutuhkan peralatan yang banyak,” tuturnya.

Harga camilan yang dijualnya cukup terjangkau. Hanya merogoh kocek Rp 10.000 per kotak, konsumen dapat  satu kotak berisi 4  bola-bola coklat. Selain dua varian menu coklat itu, Anthi Wijaya juga mempunyai dua varian menu lainnya yaitu Martabak Mini Ayam dan Vanila Fla Gabin, yang juga dijual Rp 10.000 per paket.

Selain mengunggulkan kelezatan rasa, Anthi mengaku juga mengkemas camilan yang dijualnya semenarik mungkin serta meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Sampai saat ini, ia dan suami menghadirkan jasa free delivery untuk area Denpasar dan menerima pemesanan melalui sosial media baik facebook hingga instagram. “Saya pasarkan online saja melalui medis sosial. Paling banyak saya pernah dapat pesanan sampai 40 box dalam satu harinya. Saya tidak menarget dalam seharinya, berapa pun itu ya disyukuri. Intinya jangan menyerah dengan keadaan,” imbuhnya ditemani sang suami Joka Andika. *wid

BAGIKAN