Andalkan Racikan Menu Sendiri

SAAT ini, mayoritas pebisnis tidak fokus pada keuntungan melainkan strategi bertahan. Berbagai upaya dilakukan agar tetap mampu menyambung hidup di tengah gejolak pandemi Covid-19.

SAAT ini, mayoritas pebisnis tidak fokus pada keuntungan melainkan strategi bertahan. Berbagai upaya dilakukan agar tetap mampu menyambung hidup di tengah gejolak pandemi Covid-19. Berbagai inovasi dilakukan untuk bisa terus bertahan di tengah krisis ekonomi yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir.

Owner usaha kuliner Gold Kitchen I Putu Doni Satria Putra mengatakan,  berani membuka usaha kuliner di tengah masa pandemi Covid-19 karena sempat bekerja di pariwisata dan situasi pandemi membuat ia tak lagi bisa bekerja. “Dan kebetulan juga hobi saya adalah memasak, saya mencoba berkreasi dengan apa yang saya miliki, dan tuangkan di dalam Gold Kitchen ini,” katanya.

“Kondisi ini membuat saya harus mengambil keputusan untuk tidak berdiam diri menerima keadaan seperti sekarang ini. Saya harus membikin sesuatu yang berbeda di Gold Kitchen ini dan akhirnya terciptalah menu sate dan gule dari Gold Kitchen ini. Menu yang kami tawarkan di Gold Kitchen ini adalah sate ayam bumbu kalas, gule ayam ala Gold Kitchen, tipat atau nasi dan es teh manis. Dan kami juga ada Paket Wareg hanya cukup membayar dengan Rp 25.000.”

Kenapa memilih menu sate, karena inilah signature yang mau ditunjukkan kepada masyarakat khususnya pemuda di masa pandemi ini. Selain itu  sate dinilai sebagai makanan yang murah dan bisa dinikmati oleh semua kalangan lapisan masyarakat. “Kebetulan kami di Gold Kitchen punya ciri khas tersendiri dengan menu bumbu kalasnya,” ungkapnya.

Ciri khas bumbu kalas ini merupakan kreasi Doni  sehingga beda rasanya dari bumbu kalas yang ada di daerah lainnya. Di samping itu juga ciri khas dari sate Gold Kitchen adalah potongan satenya yang besar dan tekstur dagingnya yang lembut ketika dimakan.

Ke depannya ia ingin mengembangkan Gold Kitchen ini dengan membuka cabang baru. Saat ini diakuinya masih fokus memperkenalkan atau mempromosikan sate dan gule Gold Kitchen ke masyarakat yang lebih luas. “Mungkin nantinya setelah 1 sampai 2 tahun berjalan kita bisa membuka cabang baru lagi, dan itu memang harapan kami semua di Gold Kitchen,” tambahnya.

Terkait kebijakan pemerintah mengenai penerapan protokol kesehatan telah dilakukan dengan sangat disiplin. Jarak meja makan satu dengan yang lain sudah diatur, fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer juga disiapkan. Baik, pelanggan maupun penjual wajib menggunakan masker. Selain itu, karena berlokasi di ruangan yang terbuka, lebih meminimalisir penyebaran virus terjadi. *suk

BAGIKAN