Andalkan Pasokan Lokal, Ketahanan Pangan Bali Masih Terjaga

Stok barang pokok di Bali dalam kondisi aman di tengah cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

PANGAN - Beberapa buruh tani melakukan proses perontokan padi di Denpasar. TPID Bali memprediksi ketahanan pangan di Bali masih terjaga.  

Denpasar (bisnisbali.com) –Stok barang pokok di Bali dalam kondisi aman di tengah cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Mengandalkan pasokan bahan pangan lokal, Bali optimis masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, di tengah adanya kekhawatiran tersendatnya pengiriman dari luar Pulau Dewata akibat cuaca buruk.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali, Trisno Nugroho di Denpasar, Selasa (23/2) kemarin, mengatakan berkenaan ketahanan pangan di Bali, berdasarkan informasi dari beberapa TPID kabupaten/kota mengkonfirmasi ketersediaan pasokan masih memadai, dan sebagian besar pasokan masih berasal dari lokal Bali. “Pasokan masih mencukupi,” katanya.

Trisno pun menerangkan, bila dibandingkan tahun lalu, tentu tahun 2021 ini beda dengan awal 2020 yang masih banyak wisatawan mancanegara dan nusantara. Sementara terkait kesiapan pangan menyambut hari raya Nyepi pada 14 maret 2021 mendatang, TPID telah menginisiasi high level meeting (HLM) pada awal Maret 2021. Hal ini juga sejalan dengan pelantikan beberapa Bupati/Wali Kota terpilih di kabupaten/kota.

Sementara terkait harga komoditas bahan pangan khususnya hortikultura, diakui Trisno yang juga sebagai Kepala KPw BI Bali ini masih naik, karena faktor cuaca. Untuk itu, TPID seluruh kabupaten/kota melakukan pemantauan harga rutin ke pasar. Begitupula mengenai beberapa UMKM binaan BI, kata Trisno terkait dengan ketahanan pangan sementara ini sudah memahami siklus musiman di Bali. “UMKM binaan sudah memahami dan mencocokan dengan tanam yang tumbuh di musim penghujan sehingga tetap produktif di musim hujan sekarang,” tegasnya.

Sebelumnya, Trisno menyampaikan berdasarkan data Disperindag Bali terkait perkiraan ketersediaan stok barang pokok di Pulau Dewata untuk periode Februari 2021, ketahanan stok mencukupi pemenuhan rata-rata 2 bulan ke depan. Berdasarkan informasi dari berbagai lembaga terkait, kelancaran distribusi saat ini masih lancar. Itu terlihat dari pasokan kebutuhan pokok masih memadai di pasar-pasar. Namun demikian, sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan untuk daerah Jawa-Bali tentunya secara tidak langsung juga berpengaruh pada distribusi pangan saat ini.

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah dan terus berkomunikasi dengan TPID, untuk mengimbau secara rutin kepada distributor untuk tidak memperlancar pengiriman kebutuhan pokok ke pasar-pasar untuk menjaga kestabilan harga. “Termasuk melakukan kerja sama dengan TPID daerah lainnya,” ujarnya.

Kerja sama TPID yang sudah ada saat ini antara TPID Bangli dan TPID Lombok Barat. Kerja sama tersebut antara lain terkait distribusi telur ayam ras dari Bangli dan jagung sebagai pakan ternak dari Lombok Barat. Selain itu, saat ini juga telah dilakukan penjajakan antara Provinsi Bali dan NTB terkait kerja sama pemasaran produksi hasil pertanian.

Selain itu di tengah faktor musim dengan curah hujan yang cukup tinggi, TPID Bali juga telah melakukan upaya-upaya dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Bali sendiri. *dik

BAGIKAN