Ancaman Gelombang Tinggi Mereda, Nelayan Diimbau Tetap Waspada  

Cuaca buruk ditandai angin kencang dan gelombang tinggi terjadi di sejumlah wilayah pantai di Bali, Rabu (3/2)

NELAYAN - Sejumlah nelayan dan jukung di Pantai Yeh Gangga, Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Cuaca buruk ditandai angin kencang dan gelombang tinggi terjadi di sejumlah wilayah pantai di Bali, Rabu (3/2) lalu. Menurut Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan Ketut Arsana Yasa, hari itu merupakan puncak bencana yang diakibatkan oleh badai. Beberapa hari mendatang kondisi cuaca berangsur normal, tetapi nelayan tetap diimbau waspada beraktivitas di laut.

“Hari ini hingga 11 Februari nanti, kondisi cuaca di laut masih tidak menentu, namun sudah berangsur kembali normal dibandingkan cuaca yang terjadi pada Rabu (3/2) yang sekaligus puncak serangan badai,” tutur Arsana Yasa, Kamis (4/2) kemarin.

Diterangkannya, puncak serangan badai di Bali untuk wilayah pesisir paling terasa dampaknya di seputaran Nusa Dua, Bukit dan Uluwatu, Kabupaten Badung, dengan kecepatan angin mencapai 65-70 kilometer per jam. Dampak serangan badai tersebut dirasakan di pantai selatan Kabupaten Tabanan, namun tidak sebesar yang terjadi di wilayah pesisir pantai di daerah Badung. Sebab, embusan angin di pantai selatan Tabanan hanya mencapai 40 kilometer per jam.

Menurut pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Tabanan ini, pascapuncak serangan badai tersebut, kondisi cuaca pantai selatan Tabanan berangsur turun. Meski begitu,  nelayan di Kabupaten Tabanan diimbau tetap waspada karena potensi hujan makin tinggi terutama pada sore dan malam hari.

“Dari pantauan BMKG dan satelit hingga 11 Februari nanti, nelayan tetap waspada walaupun beberapa hari ke depan ketinggian gelombang mulai normal. Tapi potensi angin kencang ketika mendung tebal membawa hujan akan selalu terjadi, sehingga harus tetap diwaspadai,” ujar Arsana Yasa.

Kamis kemarin ketinggian gelombang di pantai selatan Tabanan mencapai 1,5-2 meter. Jumat ini dan Sabtu besok ketinggian gelombang diperkirakan 1-1,5 meter. Sementara pada Minggu lusa ketinggian gelombang berpotensi naik lagi ke 1-2 meter. Meski terjadi potensi lonjakan ketinggian gelombang, celah bagi nelayan untuk melaut pada hari tersebut tetap ada.

Setelah 11 Februari, kondisi cuaca kembali normal, gelombang bagus, angin berembus dengan kecepatan normal sehingga potensi penangkapan ikan dan lobster sangat bagus. Cuaca yang mendukung ini tentu sangat dinanti oleh nelayan, salah satunya karena harga sejumlah hasil tangkapan  yang melonjak saat ini.

“Harga ikan tangkapan nelayan naik saat ini. Contohnya ikan layur mencapai Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan lobster Rp 320 ribu hingga Rp 360 ribu per kilogram. Itu berkah banget bagi nelayan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini sehingga mampu menopang ekonomi keluarga,” pungkas Arsana Yasa. *man

BAGIKAN