Aman, Stok Pangan di Tabanan

Stok pangan khususnya beras di Kabupaten Tabanan dipastikan masih aman.

GABAH - Stok gabah di gudang salah satu usaha penggilingan padi di Tabanan.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Stok pangan khususnya beras di Kabupaten Tabanan dipastikan masih aman. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, SP, M.Si., dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stok pangan, khususnya dalam menyikapi rencana diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Selama ini ketahanan pangan ini identik dengan beras atau ketersediaan beras. Di 2020 lalu untuk produksi beras Tabanan masih mengantongi surplus, sehingga tahun ini untuk Januari hingga Maret nanti stok beras kemungkinan masih aman,” tutur Dewa Ayu, Kamis (21/1).

Amannya stok beras ini tercermin dari data di Dinas Ketahanan Pangan yang mencatat sisa stok beras di Kabupaten Tabanan Januari-Desember 2020 lalu mencapai 111.343,52 ton. Jumlah tersebut merupakan sisa stok dari Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP Tabanan) yang disimpan di gudang Dharma Shantika mencapai 25,93 ton. Kemudian, Cadagangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan di Gudang Bulog mencapai 41,15 ton, dan merupakan cadangan beras hasil panen dari Januari sampai Desember 2020 se-kabupaten Tabanan yang mencapai 111.276,44 ton.

Kata Dewa Ayu, rata-rata kebutuhan beras per hari untuk penduduk Kabupaten Tabanan sebanyak 125,63 ton, perhitungannya 276,33 gram dikali 454.635 orang adalah 125.629.289,55 gram atau 125,63 ton. Kebutuhan penduduk Tabanan dari Januari sampai Desember 2020 adalah 1.507,56 ton. Jumlah kebutuhan beras tersebut rata-rata tidak banyak mengalami pergeseran atau perubahan, sehingga dengan sisa stok yang ada tahun lalu untuk bisa memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Tabanan selama tiga bulan ke depan masih aman.

Dari tahun ke tahun, rata-rata stok pangan di Kabupaten Tabanan ini disumbang dengan andil cukup besar dari kondisi surplus yang terjadi hasil dari petani lokal. Hal itu terjadi seiring dengan kondisi alam dan daya dukung di sektor pertanian padi di Tabanan yang tetap eksis, bahkan ada tren terjadi lonjakan produksi sehingga membuat khususnya komoditi sayur yang sempat mengalami penurunan harga karena melimpahnya volume produksi. Begitu juga harga beras di pasaran yang masih stabil atau terkendali selama pandemi Covid-19 ini. *man

BAGIKAN