Akomodasi dan Objek Wisata Wajib Penuhi Prokes WHO

Pengecekan objek wisata di Kabupaten Badung dan verifikasi kesiapan menuju New Normal.

 

Pengecekan objek wisata di Kabupaten Badung dan verifikasi kesiapan menuju New Normal.

Sebelum kawasan wisata dibuka perlu dilakukan pengecekan atau verifikasi kesiapan yang memenuhi standar protokol kesehatan. Koordinator Tim Verifikasi
Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism, Nyoman Astama Jumat (3/7) mengatakan akomodasi dan objek wisata wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 sesuai yang direkomendasikan oleh badan otoritas berwenang baik nasional Gugus Tugas COVID-19 maupun internasional seperti WHO dan WTTC.

Diungkapkannya, kunci utama untuk mencegah klaster baru adalah disiplin masyarakat mengikuti protokol CHS. Ini meliputin selalu cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker wajah, menjaga jarak aman, hindari kerumunan, menjaga imunitas tubuh.
Astama menjelaskan untuk mengurangi penyebaran virus selain melakukan pengetesan masal secara masif juga melakukan tracing terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19. ” Setelah kegiatan ekonomi pariwisata diaktifkan kembali, yang tidak kalah penting adalah konsistensi pelaksanaan program CHS tersebut baik oleh masyarakat, perusahaan, pelanggan dan pekerja.
Anggota Tim Koordinator Tim Verifikasi
Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism, Made Ramia Adnyana mengatakan
Pemerintah Kabupaten Badung telah menyusun panduan protokol kesehatan bagi tempat usaha pariwisata dan dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Badung No. 259 Tahun 2020 tertanggal 4 Juni 2020 tentang Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism.
Panduan tersebut telah disosialisasikan sebanyak 2 kali melalui jaringan online yang diikuti oleh pelaku usaha dari berbagai sektor seperti destinasi wisata, akomodasi, pusat perbelanjaan (mall), aktifitas wisata, jasa transportasi, penyelenggara wedding dan pertemuan, biro perjalanan, spa, restoran serta lainnya.
Untuk menindaklanjuti surat edaran tersebut dalam hal pengecekan penerapan di lapangan, telah dibentuk Tim Verifikasi Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism.yang diangkat melalui SK Bupati No. 197/041/HK/2020 tertanggal 10 Juni 2020. Tujuan pembentukan tim verifikasi ini adalah untuk melakukan sosialisasi, pengecekan standar sesuai panduan dari Pemkab Badung, memberikan masukan kepada tempat usaha dalam hal peningkatan standar dan prosedur serta merekomendasikan tempat usaha yang layak menerima sertifikat kesiapan menuju new normal tourism sesuai standar nilai minimal yang telah ditentukan.
Ramia Adnyana menyampaikan Rabu, (1/7) Tim Verifikasi melakukan tugas perdana untuk mengecek kesiapan tempat usaha di lapangan sesuai Surat Perintah Tugas No.107/Tahun 2020 dan mengunjungi 3 (tiga) tempat usaha pariwisata dan objek wisata yang sebelumnya telah mengajukan permohonan untuk diverifikasi dan telah menyetorkan formulir penilaian diri (self assessment) melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Lokasi tersebut adalah Nusa Dua Beach Hotel di kawasan ITDC Nusa Dua, Destinasi Wisata Uluwatu serta Restoran Pepe di kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta.” Pelaksanaan kegiatan perdana ini memang lebih awal dari rencana sebelumnya untuk menyiapkan stakeholders pariwisata dalam menyambut dibukanya kawasan untuk local tourism yang dicanangkan Pemprov Bali pada 9 Juli 2020 mendatang,” ucap Ramia Adnyana.*kup

BAGIKAN