Agustus, Pariwisata Bali Diprediksi ”Clear” Covid-19

Masyarakat Bali bersama seluruh stakeholder pariwisata mesti kompak menangani pandemi corona (covid-19).

COVID - Sektor pariwisata ikut membantu penanganan covid-19. 

Denpasar (bisnisbali.com) –Masyarakat Bali bersama seluruh stakeholder pariwisata mesti kompak menangani pandemi corona (covid-19). Wakil Ketua Tim Percepatan Penanganan  Dampak dan Pemulihan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Ketua PHRI Kabupaten Badung IGAN. Rai Surya Wijaya mengatakan, dengan upaya bersama memerangi covid-19 paling tidak Agustus diharapkan pariwisata Bali clear dari permasalahan penanganan covid-19.

Diungkapkannya, semua komponen masyarakat berharap pandemi covid-19 bisa segera berlalu. Hanya, penanganan pandemi ini tidak bisa hanya dilakukan satgas covid-19.

Ia menjelaskan, pelaku pariwisata mesti ikut berperan untuk ikut memerangi covid-19. Seluruh pelaku pariwisata mulai dari PHRI, IHGMA, BVA dan seluruh pelaku pariwisata dalam wadah asosiasi pariwisata yang lain mesti proaktif membantu penanganan covid-19.

Pelaku pariwisata bisa bersinergi dengan paramedis yang menjadi garda terdepan penanganan covid-19. Wujud sinergi ini dalam bentuk pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) termasuk masker dan handsanitizer untuk petugas terlibat langsung dengan penanganan covid-19.

Rai Surya Wijaya berharap, dengan kedatangan semua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali bisa ditangani dengan SOP kesehatan dan proses karantina yang ketat. “Selanjutnya kasus positif corona menurun, dan makin banyak pasien yang sembuh dari corona,” harapnya.

Ia meyakini, masyarakat bisa melaksanakan social distancing dan physical distancing secara ketat kasus positif corona akan bisa ditekan. Upaya bersama penanganan corona, pemerintah bisa menargetkan pariwisata Bali bisa clear dari corona pada Agustus.

IGAN Rai Surya Wijaya menambahkan, Agustus Bali bisa clear kasus corona paling tidak Desember Bali bisa mulai membuka pintu pariwisata. Sesuai imbauan Presiden RI, sektor pariwisata bisa mengembalikan ekonomi pascawabah pandemi corona yang melanda dunia. *kup

BAGIKAN