Agustus 2020, Ekonomi Bali Diyakini mulai ”Menggeliat”

MENURUT Ariandi, kebangkitan ekonomi Bali dalam posisi new normal ini sangat bisa tercapai pada Agustus mendatang. Kondisi itu juga melihat perkembangan secara global.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Made Ariandi yakin ekonomi Bali akan mampu kembali menggeliat menuju new normal sesuai dengan wacana Pemerintah Provinsi Bali dari masa pandemi covid-19 pada Agustus 2020 mendatang. Keyakinan tersebut dibarengi dengan sejumlah catatan. Apa saja?

MENURUT Ariandi, kebangkitan ekonomi Bali dalam posisi new normal ini sangat bisa tercapai pada Agustus mendatang. Kondisi itu juga melihat perkembangan secara global. Di antaranya Eropa, Amerika yang sudah mulai melakukan aktivitas dengan standar keamanan WHO, bahkan Filipina yang memiliki standar penanganan covid-19 di bawah Indonesia sudah mulai membuka sejumlah tempat layanan publik dan mall dengan standar keamanan siap berdampingan dengan covid.

Menurutnya, Indonesia termasuk Bali juga harus mulai bersiap membangkitkan ekonomi, khususnya yang mempunyai daya dukung terhadap sektor pariwisata. Kebangkitan ekonomi Bali dalam posisi new normal ini sangat bisa dilakukan pada Agustus mendatang. Catatannya adalah, perkembangan kasus positif covid-19 di Bali tidak melebihi posisi tertinggi sebelumnya atau cenderung turun, sehingga Juni ini sudah mulai melakukan persiapan ke arah new normal.

Catatan lain, jelas Ariandi, kondisi new normal yang dibarengi dengan dibukanya kalangan sektor pariwisata termasuk layanan publik dan dibarengi dengan pemahaman tentang penanganan covid-19, maka pemerintah Provinsi Bali tentunya harus siap juga memulai dari awal dengan penyediaan anggaran untuk menerapkan standar keamanan WHO atau berdampingan dengan covid pada sejumlah tempat. Salah satunya, penyediaan alat pendeteksi kemungkinan ancaman virus yang mengadopsi standar WHO dengan tanpa mengganggu kenyamanan dan waktu pengunjung atau wisatawan pada saat berada di layanan publik maupun bandara.

“Alat tersebut harus cepat bisa mendeteksi kemungkinan ancaman, dan terpenting APD yang digunakan oleh petugas di tempat layanan publik ini jangan dibuat terlalu seram atau sama dengan petugas di rumah sakit (berwarna putih). Sebaiknya, dibuatkan standar APD untuk di layanan publik maupun hotel ini yang menonjolkan kesan kenyamanan. Semisal dengan motif atau warna khas Bali,” ujarnya.

Sambungnya, APD tersebut dibuat oleh perajin atau UMKM di Bali, sehingga Bali new normal nanti akan berimbas juga pada bangkitnya kalangan UMKM termasuk juga di sektor pertanian yang juga menjadi usaha terdampak dari pandemi covid-19 ini. Katanya, pemerintah harus membuat aturan atau kebijakan baru terkait Bali new normal, salah satunya untuk membangkitkan kembali sektor pertanian dengan mewajibkan sektor pariwsata dengan menyerap produk pertanian lokal.

Selain itu, agar daya dorong sektor usaha ekonomi di Bali ini menggeliat dengan maksimal pada kondisi new normal nanti, menurutnya, kalangan perbankan juga harus terlibat. Harapannya, kalangan lembaga keuangan ini tidak saja memberi keringanan bagi debitur pelaku UMKM di masa pandemi saja. Hal serupa juga bisa dilanjutkan pada new normal dengan melakukan evaluasi tiga bulan sekali, bahkan bila perlu dilakukan hingga dalam posisi UMKM ini pulih kembali.

Bercermin dari itu, Kadin Bali menyambut baik dan mendukung wacana Pemerintah Provinsi Bali terkait menuju new normal. Terkait itu pula, pihaknya mengajak para pengusaha untuk menaati program dan disiplin menerapkan standar keamanan berdampingan dengan covid, serta terpenting lagi tidak lakukan perang harga untuk menghindari masalah baru di tengah bangkitnya kembali usaha pascapandemi. *man

BAGIKAN