Adaptasi Tantanan Era Baru, Pengusaha Travel mulai Permak Konfigurasi Kursi Kabin

Tidak hanya sebatas mengatur jarak penumpang, untuk beradaptasi dalam tatanan kehidupan baru (new normal), pelaku usaha travel mulai mempermak konfigurasi kursi kabin agar lebih renggang.

BUS - Bus dengan konfigurasi kursi 1-1-1

Denpasar (bisnisbali.com) –Tidak hanya sebatas mengatur jarak penumpang, untuk beradaptasi dalam tatanan kehidupan baru (new normal), pelaku usaha travel mulai mempermak konfigurasi kursi kabin agar lebih renggang. Kursi yang sebelumnya kebanyakan memiliki konfigurasi 2-2 kini dirubah menjadi 1-1-1dengan satu deret terdiri dari 3 kursi yang masing-masing memiliki jarak tersendiri.

Sebelumnya, untuk mengatur jarak penumpang, pada kabin yang memiliki konfigurasi kursi 2-2 menempatkan 1 penumpang pada 2 kursi. Namun saat ini, sebagian perusahaan memilih untuk mengubah posisi kursi pada kendaraan yang dioperasionalkan dengan konfigurasi 1-1-1. Salah satunya telah nampak dilakukan oleh Perusahaan Otobus Mtrans. Direktur Mtrans Simon Purwa,  mengatakan inovasi baru ini dilakukan untuk menjaga jarak aman antar penumpang selama perjalanan.

Saat ini, diakuinya sudah ada 2 armada dari 28 armada Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang memiliki konfigurasi 1-1-1. Dengan adanya pengaturan konfigurasi kursi kabin ini, dikatakannya, tentu ada penurunan kapasitas penumpang dari biasanya dengan 30 kursi, menjadi 23 kursi. Kedepannya, Simon mengatakan, 60 persen hinggga 70 persen armada yang dimiliki akan kembali dilakukan pengaturan.

Dia melanjutkan, konsep ini masih langka diterapkan bahkan di Indonesia sekali pun. Dia mengaku, mau tidak mau hal ini harus dilakukan untuk bisa beradaptasi di era baru saat ini. “Ini sebagai inovasi yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelasnya.

Kebaradaan Bus AKAP dengan konsep social distancing ini pun, dikatakannya mendapat respons postif dari masyarakat. Hal itu dilihat dari review masyarakat di media sosial. “Sementara untuk melihat dari jumlah penumpang, belum bisa kami lakukan, karena sebelum di-launching ataupun setelahnya, jumlah penumpang secara keseluruhan belum meningkat, akibat dari pandemi ini. Namun dilihat dari tanggapan masyarakat baik dari media sosial sangat positif,” ujarnya.

Disinggung soal tarif, dia mengatakan untuk armada dengan konsep social distancing ini diberlakukan tarif normal dengan kelas eksekutif. Tarif ini sama dengan tarif pada bus konfigurasi kursi 2-2 dengan kapasitas penumpang full. *wid

BAGIKAN