A.A. Bagus Bayu Joni Saputra, Sinergi ALFI dan GPEI

PERUSAHAAN eksportir di Bali telah berhasil membentuk Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali.

PERUSAHAAN eksportir di Bali telah berhasil membentuk Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonedia (ALFI) Bali akan bersinergi dengan GPEI Bali untuk meningkatkan ekspor Bali.

Ketua Umum DPW ALFI Provinsi Bali A.A. Bagus Bayu Joni Saputra mengatakan,ALFI menyambut positif dibentuknya GPEI Bali.  Dengan adanya GPEI maka semakin banyak asosiasi yang memperjuangkan dan membantu meningkatkan produk ekspor dari Bali.

Ia menjelaskan, produk dari Bali yang diekspor merupakan hasil UMKM. Dalam menyalurkan produk-produk UMKM ke negara pasar, ALFI akan bersinergi dengan asosiasi Asephi, API, ALFI dan GPEI. Ayah tiga anak ini meyakinkan bahwa perjuangan untuk memasarkan produk UMKM akan semakin optimal jika ada sinergi banyak asosiasi. Ini bakal memudahkan pemerintah mendapatkan berbagai masukan untuk meningkatkan ekspor Bali.

Menurut WKU Kadin Bali ini,  tidak ada persaingan dalam organisasi atau sesama asosiasi. Sebaliknya, asosiasi memiliki visi misi yang sama serta mesti bersinergi dan bersatu mencapai tujuan yang sama. ALFI Bali, Asephi, API, GPEI Bali akan tetap berada dalam satu payung Kadin Bali.

Lebih lanjut dikatakannya, ALFI, Asephi, API, GPEI memiliki tujuan sama untuk meningkatkan ekspor Bali. ALFI akan membantu angkutan produk ekspor Bali ke negara pasar baik melalui laut, darat dan udara.

Mengirimkan barang ekspor, impor dan antarpulau dalam negeri dengan berbagai moda angkutan (darat, laut dan udara) adalah salah satu bentuk layanan yang diberikan perusahan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). Perusahaan dengan izin Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) tidak perlu membuat izin lagi untuk bertindak sebagai Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM).

Pemilik Bayus Kargo ini meyebut barang ekspor bisa sampai di negara pasar jika ada jasa logistik. Sebaliknya, jika barang yang diekspor tidak ada, usaha jasa logistik akan terganggu. Jadi, perusahaan ekspor dan perusahaan logistik harus berjalan bersama dengan jalinan sinergi yang kuat. “Ketika usaha perusahaan ekspor dan permintaan produk ekspor di Bali meningkat maka perusahaan  logistik akan bertumbuh,” tambahnya. *kup

BAGIKAN