A.A. Bagus Bayu Joni Saputra, Bantu Ekspor UMKM Bali

PEMBERLAKUAN Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) 609 per 4 November dinilai berpotensi menghambat ekspor UMKM Bali.

PEMBERLAKUAN Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) 609 per 4 November dinilai berpotensi menghambat ekspor UMKM Bali.  Ketua ALFI/ILFA Provinsi Bali A.A. Bagus Bayu Joni Saputra mengapresiasi kinerja Disperindag, Bea Cukai dan Kanwil Pajak yang telah merespons cepat  kendala UMKM Bali di tatanan Bali Era Baru.

Diungkapkannya, ALFI telah bersurat ke Disperindag, Bea Cukai dan Kanwil Pajak terkait kendala ekspor produk UKM Bali. Sebab, pemberlakuan PEB 609 menyebabkan eksportir Bali tidak bisa mengirim  barang yang dibeli lebih dari satu UMKM.  “Barang yang sudah dibeli tidak bisa dkirim apalagi UMKM tidak mempunyai NPWP,” ucapnya.

Sebelumnya ALFI berharap pemerintah hadir untuk memudahkan pengiriman produk UMKM Bali ke luar negeri. Oleh karena jika modul PEB 609 dipaksakan, praktis UMKM tidak bisa menjual barangnya untuk tujuan ekspor. Ini disebabkan model bisnis UMKM Bali berorientasi ekspor lebih dari satu UMKM dan belum mempunyai NPWP.

Wakil Ketua Umum Kadin Bali ini meyakinkan Disperindag, Bea Cukai dan Kanwil Pajak sudah mengupayakan solusi bersama. Solusi ini untuk memudahkan pengiriman produk UMKM Bali yang berorientasi ekspor. Disperindag, Bea Cukai dan Kanwil Pajak tidak hanya memberikan solusi secara cepat terkait kendala pengirim produk UMKM akibat pemberlakukan PEB 609. “Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai PER-07/BC/2020 juga segera disempurnakan,” tambahnya. *kup

BAGIKAN