A.A. Bagus Bayu Joni Saputra, Ambil Langkah Selamatkan UMKM

BANYAK negara di dunia sudah menghadapi resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

A.A. Bagus Bayu Joni Saputra

BANYAK negara di dunia sudah menghadapi resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.Wakil Ketua Umum Kadin Bali, A.A. Bagus Bayu Joni Saputra mengatakan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mesti digerakkan guna membangkitkan ekonomi Bali.

Owner Bayus Kargo ini mengungkapkan  pemerintah diharapkan secara cepat mengambil langkah strategis menyelamatkan sektor UMKM yang terimbas pandemi Covid-19. Ke depan, tumbuhnya perekonomian Bali akan banyak ditopang oleh sektor UMKM.

Menurut ayah tiga anak ini, sektor usaha yang selama ini tumbuh di masyarakat memang banyak terlibas dampak pandemi Covid-19. Dalam tatanan kehidupan era baru sektor UMKM diharapkan berperan membangkitkan ekonomi Bali.

A.A. Bayu Joni menjelaskan hanya saja  dalam tatanan kehidupan era baru ini pelaku UMKM wjib dibantu akses permodalan. Pemerintah wajib memberikan kemudahan dalam hal perizinan. “UMKM yang mengurus izin mesti dipermurah dan dipercepat,” tegas Ketua ALFI Bali ini.

Salah satu contoh pelaku UMKM yang bergerak di sektor kerajinan dan handicraf akan mampu meningkatkan produksi dengan suntikan bantuan permodalan. Selanjutnya pemerintah bersama asosiasi terkait membantu UMKM dalam pemasaran hasil produksi termasuk menembus pasar ekspor.

Bayu Joni yang juga Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan, menilai  hanya sinergi pengusaha, pekerja dengan pemerintah yang akan mampu memulihkan kondisi ekonomi.  Bangkitnya UMKM akan membantu penyelamatan ekonomi dari keterpurukan yang lebih dalam.

Diakuinya, banyak pelaku usaha termasuk sektor UMKM masih kesulitan untuk bangkit. Guna memulihkan ekonomi,  pemerintah diharapankan bergerak cepat untuk membantu bangkitnya sektor UMKM. Pemerintah sebagai regulator, fasilitator, dan mediator mesti membuat kebijakan strategis guna membantu sektor UMKM.

A.A. Bagus Bayu Joni Saputra meyakinkan pemerintah mesti menyelamatkan UMKM baik dari segi pembayaran hutang. “Pelaku UMKM selaku debitur banyak yang tidak mampu membayar angsuran kredit di bank, maupun  lembaga keuangan mikro lainnya akibat terdampak pandemi  Covid-19,” tambahnya. *kup

BAGIKAN