702 Masyarakat Terdampak Covid di Desa Sudimara Digelontor Bantuan

Bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan terus mengalir.

I Nyoman Ariadi mendampingi Iin Sumaryati (donatur) menyalurkan bantuan sembako. 

Tabanan (bisnisbali.com) –Bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan terus mengalir. Berbagai pihak menyerahkan bantuan mulai dari alat pelindung diri (APD), sembako, hingga bahan makanan salah satunya disalurkan oleh Paguyuban Yowana Kanti disalurkan ke 702 masyarakat di Desa Sudimara yang belum tersentuh oleh bantuan selama ini.

“Bantuan yang diberikan berupa beras dan penerima bantuan ini merupakan masyarakat yang sama sekali belum tersentuh bantuan. Diantaranya, tidak tersentuh dari program PKH, program bantuan pangan non tunai (BPNT), maupun program bantuan sosial tunai (BST),” tutur penggagas Peguyuban Yowana Kanti yang sekaligus sebagai Perbekel Desa Sudimara, I Nyoman Ariadi, disela-sela penyerahan bantuan sembako, Minggu (14/6).

Terangnya, gagasan pembagian pembagian sembako ke pada masyarakat yang terdampak Covid-19 berawal dari gagasan pemerintahan Desa Sudimara dengan melakukan penggalian dana agar tidak menggunakan dana desa guna meringankan beban masyarakat. Imbuhnya, gagasan tersebut diawali dengan membentuk paguyuban, sekaligus untuk memperkuat rasa persodaraan dari warga atau masyarakat Desa Sudimara yang mempunyai kegiatan atau aktivitas di luar desa dan peduli dengan tanah kelahiran.

“Nah gayung bersambut dari paguyuban, ternyata ada banyak kalangan atau masyarakat yang mau berbagai termasuk di luar Desa Sudimara. Semisal dari donator Ibu Iin Sumaryati yang merupakan masyarakat Kediri yang ikut peduli terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Hasilnya dana bantuan dari donator telah terkumpul mencapai Rp 93.500.000. Jelas Ariadi, dari dana tersebut sudah disalurkan saat ini dalam bentuk bantuan beras ke 702 masyarakat penerima yang nilainya mencapai Rp 70.200.000. Bantuan tersebut di salurkan ke 10 dusun, 14 banjar adat yang ada di Desa Sudimara.
Sambungnya, nanti sisa dari dana bantuan tersebut rencana akan disalurkan kembali dalam bentuk bantuan sembako atau berkesinambungan dalam empat bulan kedepan dengan menyasar masyarakat yang betul-betul terlantar. Harapannya, bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi penerima.
“Selanjutnya kami bersama anggota peguyuban yang beranggotakan mencapai 62 orang akan terus berkordinasi untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” tandasnya.*man

BAGIKAN