7.464 UMKM di Tabanan Ajukan Permohonan BPUM

Jumlah Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan yang mengajukan bantuan program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 terus bertambah.

PASAR – Sejumlah pelaku usaha kecil di salah satu pasar di Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Jumlah Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan yang mengajukan bantuan program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 terus bertambah. Terbaru, Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan sudah mengantongi 7.464 usaha kecil untuk mendapatkan bantuan dengan alokasi mencapai Rp 1,2 juta.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan I Made Yasa, Rabu (19/5) kemarin, mengungkapkan saat ini sudah 7.464 usaha kecil yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima BPUM 2021. Jumlah tersebut kemungkinan terus bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga kini. “Pengajuan yang sudah masuk ke kami telah diteruskan ke pihak Provinsi Bali. Tetapi BPUM 2021 belum ada yang cair, karena masih berproses,” tuturnya.

Menurutnya, program BPUM 2020 yang belum tuntas saat ini juga terus berproses dan sejumlah pengajuan sudah cair. Tahun lalu Tabanan mengajukan sekitar 29 ribu calon penerima BPUM. Dari jumlah tersebut sudah cair kurang lebih 18 ribu UMKM dengan nilai Rp 2,4 juta. Tahun ini sisanya sudah cair lagi sekitar 7 ribu UMKM. Artinya, untuk BPUM 2020 sudah 25 ribu UMKM yang sudah mencairkan program bantuan.

Ia mengharapkan program bantuan BPUM dan program stimulus yang sudah digelontorkan sebelumnya mampu menjadi daya dorong untuk menggeliatkan ekonomi di tengah dampak pandemi Covid-19. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak terkecuali di desa bisa bangkit seiring bertambahnya jumlah pelaku usaha kecil. “Di tengah pandemi ini jumlah UMKM meningkat. Dulunya hanya 40 ribuan, kini sudah mencapai 43.175 dan dominan menyebar di pedesaan,” ujar Made Yasa.

Seiring meningkatnya jumlah UMKM, pihaknya bersama kalangan lembaga keuangan dan sejumlah asosiasi terus berupaya melakukan pendampingan kepada UMKM. Upaya tersebut untuk mendorong UMKM bangkit sekaligus sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi di desa sesuai penjabaran visi misi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk membangun desa berbasis data digital atau desa presisi. *man

BAGIKAN