35 Tahun LPD Bali, Menjadi Lembaga yang Siap  Menjawab Tantangan Digital

Memasuki usia yang makin matang Lembaga Perkreditan Desa (LPD) berupaya memposisikan diri sejajar dengan lembaga ekonomi lainnya termasuk perbankan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Memasuki usia yang makin matang Lembaga Perkreditan Desa (LPD) berupaya memposisikan diri sejajar dengan lembaga ekonomi lainnya termasuk perbankan. Terbukti dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, masyarakat makin percaya dan bisa memanfaatkan LPD dalam menyokong perekonomian, apalagi LPD bersinergi dengan desa adat yang pastinya dalam menjalankan perannya mengacu pada aturan desa adat setempat.

“Berdiri sejak tahun 1984, tentu LPD memiliki tantangan yang sangat besar agar bisa menjawab tantangan saat ini. Usia 35 ini memiliki makna yang sangat penting sebagai motivasi. Angka tiga berati Tri Kaya Parisuda yang harus dilakukan dan menjadi acuan dalam kegiatan di LPD, sedangkan lima merupakan hal-hal yang termuat dalah Panca Ma yang justru harus dihindari dalam operasional di LPD seperti memaling (mencuri), memitra (berselingkuh), memadat, memotoh (berjudi). Namun apabila angka tiga lima ini dijumlahkan hasilnya adalah delapan yang merupakan angka yang nyambung atau tidak terputus, dan berarti Asta Brata atau sosok pemimpin yang harus diteladani. Inilah yang bisa kita maknai di usia 35 ini,” ungkap ketua BKS-LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.H.

Lebih lanjut Nyoman Cendikiawan mengatakan, dengan makin bertambahnya usia LPD pihaknya berharap dukungan dari semua lapisan masyarakat, baik desa adat, pemerintah hingga media sebagai sumber informasi bisa makin ditingkatkan. Peran media tentu selain sebagai informasi yang akurat juga untuk menyampaikan berbagai kearifan lokal yang harus menjadi bagian dari perjalanan LPD dan harus dikuatkan.

Bicara mengenai teknologi digital yang saat ini akan dihadapi LPD merupakan tantangan tersendiri bagi LPD untuk bisa menyeimbangkan diri dan bisa menyesuaikan diri. “Sesuai dengan tema ulang tahun LPD saat ini yakni progress 35 Tahun LPD Bali menjawab tantangan digital, kita dihadapkan pada persaingan teknologi yang tidak bisa dihindari. Artinya kita harus memiliki konsep untuk siap bersaing tanpa menyalahkan orang lain. Caranya dengan memahami dan mampu meningkatkan kualitas diri baik itu pengurus dan sumber daya lainnya,” ungkapnya.

Untuk menghadapi era globalisasi dan teknologi yang makin canggih tentu semua perangkat LPD harus memahami kemajuan teknologi ini dengan memahami berbagai fasilitas dan kelebihan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. “Pelayanan berbasis teknologi harus dikuasai semua lembaga dan organisasi, termasuk LPD, apalagi kita mengetahui LPD memiliki tujuan yang sangat mulia dalam meningkatkan dan menopang serta mendukung masyarakat melalui desa adatnya, sehingga dalam operasionalnya bisa makin profesional,” demikian diungkapkan Maman Tirta Rukmana, salah seorang pembicara yang merupakan perwakilan dari PT USSI, aplikasi digital yang selama ini telah memberikan dukungan penuh pada LPD.

Dari data yang ada hingga akhir tahun 2017 LPD telah menyalurkan pinjaman kepada 429.766 nasabah dengan total nilai Rp13. 141. 667. 338 ribu dan dipercaya menghimpun tabungan nasabah hingga total nilai 7 miliar lebih, hal ini menunjukkan eksistensi LPD tentu sudah tidak diragukan lagi dan makin dipercaya, tinggal bagaimana LPD bisa menyesuaikan diri dengan teknologi sehingga era digital ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. *ita

BAGIKAN