28 Usaha di Tabanan Belum Kembali Beroperasi

Sebanyak 28 usaha di Kabupaten Tabanan yang terdampak pandemi Covid-19, belum kembali beroperasi, meski di tengah new normal atau di Kabupaten Tabanan disebut dengan Tabanan Aman Produktif.

I Putu Santika

Tabanan (bisnisbali.com) –Sebanyak 28 usaha di Kabupaten Tabanan yang terdampak pandemi Covid-19, belum kembali beroperasi, meski di tengah new normal atau di Kabupaten Tabanan disebut dengan Tabanan Aman Produktif. Ke-28 usaha tersebut sebagian besar bergerak di sektor pariwisata.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, I Putu Santika, Jumat (2/10) kemarin, mengungkapkan, hingga kini 28 usaha yang tutup terdampak pandemi ini belum kembali lagi beroperasi. Hal tersebut lantaran tamu dan pelanggan yang sepi, sehingga biaya operasional yang cukup besar dirasa oleh kalangan usaha tidak menutupi dengan pendapatan yang masuk, sehingga belum kembali beroperasi.

“Kondisi itu kemudian membuat tidak sedikit dari kalangan usaha tersebut yang merumahkan karyawan, bahkan ada yang terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” tuturnya.

Kata Santika, tutupnya usaha ini berimbas pada ribuan karyawan yang dirumahkan maupun PHK. Data di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan setidaknya tercatat 1.460 orang karyawan yang dirumahkan, sedangkan ada 37 orang dari total 28 usaha yang melakukan PHK. Tutupnya 28 usaha tersebut memang tidak berbarengan, namun rata-rata mulai tutup sejak satu bulan saat Covid-19 mewabah.

Sementara itu, usaha yang tutup ini masih dimungkinkan akan kembali beroperasi, apabila situasi sudah normal kembali. Termasuk jumlah karyawan yang dirumahkan dan di PHK, pihaknya berharap tidak bertambah lagi. “Mudah-mudahan usaha yang tutup ini bisa beroperasional kembali seperti biasa dan tidak ada penambahan jumlah karyawan yang dirumahkan atau di PHK,” tegasnya.*man

BAGIKAN