24.171 UMKM di Denpasar Terima BPUM

Sebanyak 24.171 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar telah menerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada 2020 lalu.

PAMERAN - UMKM Kota Denpasar saat melakukan pameran produk.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sebanyak 24.171 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar telah menerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada 2020 lalu. Program yang memberikan bantuan sebesar Rp 2,4 juta per UMKM itu diharapkan bisa hadir kembali tahun ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, Jumat (22/1) kemarin, mengatakan bantuan permodalan bagi UMKM ini masih sangat diperlukan di tengah situasi perekonomian yang lesu akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, program BPUM diharapkan bisa disalurkan kembali untuk UMKM.

Menurutnya, di Kota Denpasar tercatat ada 32.266 UMKM. Dengan demikian masih sekitar 8.000 UMKM yang belum mendapatkan program bantuan tersebut. Sementara yang mengajukan program BPUM melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar berjumlah 20.192 UMKM. “Selebihnya ada yang mengajukan langsung ke bank bersangkutan,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, adanya program bantuan ini diharapkan dapat memotivasi pelaku UMKM di Kota Denpasar untuk terus berinovasi. Selain itu, pelaku usaha diharapkan mulai bertransformasi ke arah digitalisasi, sehingga dalam proses pemasaran dapat menggunakan metode online dengan marketplace yang sudah ada. “Saat ini banyak sekali ada marketplace. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan hal tersebut sebagai ranah promosi, sehingga mampu mendukung promosi dan daya beli di tengah pandemi,” katanya.

Erwin menambahkan, selain mengusulkan penerima BPUM, Diskop UMKM Kota Denpasar sebelumnya telah mengajukan UMKM Kota Denpasar untuk menerima bantuan stimulus dari Pemerintah Provinsi Bali. Sejumlah 6.000 UMKM Kota Denpasar telah menerima realisasi bantuan stimulus ini.  *wid

BAGIKAN