BISNISBALI.com – Kehadiran SMK Fest 2024 mendapat perhatian dari Mantan Dirjen Vokasi Kementerian RI Wikan Sakarinto, ST., M.Sc., Ph.D. Keterlibatan siswa SMK dan berkolaborasi dengan siswa SMK lainnya dalam memanage event ini, menurutnya sudah sangat baik.
“Saya sudah menanyakan kepada guru-guru SMK, dalam konteks merdeka belajar dan featuring factory, kegiatan itu diakui sebagai kurikulum. Itu berarti saya melihat guru-guru SMK di Bali sudah memahami betul bahwa pendidikan tidak hanya di kelas, tidak hanya konvensional, guru ngomong, siswa praktik apa tanpa tahu value yang lebih luas, sekarang diberi tantangan menghandle satu event, dan ini pembelajaran yang tidak hanya hard skill tapi soft skill seperti karakter, attitude dan kerja sama,” ungkap Wikan di Denpasar, Kamis (21/3).
Wikan juga memuji pelaksanaan SMK Fest 2024 di Bali yang berjalan sangat bagus dan standarnya tinggi.
“Dari pengalaman saya menjabat, saya tetap rutin ke berbagai provinsi, ke SMA, politeknik dan event SMK Fest Bali 2024. Ini kan tahun pertama yang saya lihat standarnya langsung tinggi. Saya percaya Bali memang jagonya bikin event. Saya lihat bagaimana anak-anak SMK terlibat secara aktif, tidak hanya sebagai pekerja/pengisi tapi me-manage kegiatan, bermitra di kegiatan dan bisa perform,” ujarnya.
Wikan yang kini sebagai Advisor TopLoker.Com mengaku kagum dengan keterlibatan siswa yang begitu besar.
Wikan juga menyampaikan rasa kagumnya terkait zero waste di festival tersebut. Kebersihan tidak hanya sekadar jargon tapi bisa merekrut ratusan volunteer yang membersihkan hingga larut malam.
“Tahun depan ketika diadakan lagi, saya ingin keterlibatan siswa lebih luas lagi. Saya terpesona dengan pertama kali SMK Fest bisa seperti ini. Harapan saya tahun depan bisa dilanjutkan lagi,” ujarnya.
Di pihak lain, Kabid Pembinaan SMK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Crisna Adijaya mengatakan pihaknya membuat
sistem SMK fest ini seperti kecanduan. Jadi siapapun pimpinannya nanti akan rugi kalau SMK fest ini tidak dilaksanakan.
“Kita ciptakan marketnya dari region ke provinsi. Jadi rugi kalau tidak diadakan karena anak-anak tidak bisa belajar value-value itu,” ujarnya.
Di hari terakhir, SMK Fest juga menghadirkan konvoi kendaraan listrik berbasis baterai, zero waste, lomba memancing ikan yang merupakan kampanye gemar makan ikan. Hal ini yang ingin diedukasi, bahwa SMK fest tidak hanya soal kemeriahan tapi ilmu yang sangat holistik yang kita ingin edukasi ke siswa. Ini link and match antara SMK dan dunia kerja. *rah