2021, Prospek Ekonomi Sektor Pariwisata Diyakini Membaik

Pemerintah serius melakukan vaksinasi Covid-19 kepada penduduk untuk mencapai kekebalan komunal.

KUNJUNGAN - DTW Ulun Danu Beratan dan lainnya diharapkan menerima kunjungan wisman mulai Juli 2021.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pemerintah serius melakukan vaksinasi Covid-19 kepada penduduk untuk mencapai kekebalan komunal. Dengan terbentuknya herd immunity, Bali salah satunya diharapkan dapat segera membuka akses untuk wisatawan asing meskipun kunjungan wisatawan domestik juga didorong penambahannya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo saat Forum Investasi Bali di Nusa Dua baru-baru ini mengatakan, bank sentral melihat prospek ekonomi sektor pariwisata akan membaik pada tahun 2021. “Hal ini kami lihat karena vaksinasi yang telah dan sedang kita lakukan. Melalui vaksinasi negara akan lebih cepat pulih ekonominya,” katanya.

Ia memperkirakan dengan strategi vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, pada kuartal pertama tahun 2022 akan terbentuk imunitas kelompok.  “BI berkomitmen membantu mempromosikan investasi, perdagangan dan sektor pariwisata,” ucap Dodi.

Seperti diberitakan, untuk memperbaiki keterpurukan sektor pariwisata khususnya di Bali, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama BI serta beberapa kementerian/lembaga terkait menggelar sebuah Forum Investasi. Kegiatan ini dihadiri oleh Menkominfo Johnny G. Plate, Wamenparekraf Angela Tanusudibjo, Wamen II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, enam duta besar dan wakil duta besar negara-negara pemasok turis internasional terbanyak ke Indonesia serta para pelaku UMKM. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kesiapan Bali dalam menghadapi kondisi new normal serta mengundang investor untuk berinvestasi di Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tuan rumah acara minta dukungan pemerintah pusat agar program vaksinasi terus dilanjutkan. “Kami berharap pada Juli 2021 ada 2,5 juta hingga dari 4,5 juta penduduk Bali selesai divaksin agar pada bulan tersebut kami sudah dapat menerima kunjungan wisman,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihaknya telah menyiapkan tiga zona hijau yakni Ubud (Gianyar), Nusa Dua (Badung) dan Sanur (Denpasar) ditargetkan selesai divaksinasi pada April 2021 dan dapat menerima wisman pada Juli 2021.

Pada kesempatan terpisah, Dubes Kanada untuk Indonesia Cameron Mackay, Dubes Swiss Kurt Kunz, Wakil Dubes Belanda Ardi Stoios Braken dan Wakil Dubes Rusia sepakat mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Bali untuk kembali menghidupkan sektor pariwisatanya.

“Hanya kami menyarankan agar masyarakat Bali dapat mempertahankan keindahan, kebersihan dan kealamian wilayahnya karena warga negara kami (Kanada) harus melintasi separuh bumi untuk dapat melihat Indonesia. Harapan kami adalah mendapatkan keamanan dan kenyamanan serta tidak melihat tumpukan sampah berserakan,” tutur Dubes Kanada saat konferensi pers.

Ketika ditanya tentang potensi investasi yang bakal dilakukan oleh negaranya, Dubes Cameron mengungkapkan bahwa secara umum pihaknya tertarik berinvestasi di semua sektor yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia. “Namun, secara khusus kami tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur,” katanya.*dik

BAGIKAN