2020, Plafon KUR KSP Guna Prima Dana Rp30 Miliar, Bagikan Kartu Berbasis ”E-Money dan Perkenalkan Aplikasi ”GPD Online”

KSP Guna Prima Dana menggelar rapat rencana kerja yang dihadiri ratusan anggota.

KOPERASI - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra didampingi pengurus dan pengawas KSP Guna Prima Dana membagikan kartu berbasis e-money kepada anggota.

Mangupura (bisnisbali.com) –KSP Guna Prima Dana menggelar rapat rencana kerja yang dihadiri ratusan anggota. Dalam rapat yang digelar Minggu (22/12) di Wantilan Murda Ulangun Pecatu, ini koperasi satu-satunya penyalur KUR di Bali ini juga membagikan 600 kartu anggota berbasis e-money serta memperkenalkan aplikasi Guna Prima Dana (GPD) Online yang bisa diunduh melalui aplikasi AppStore maupun PlayStore.

Manajer KSP Guna Prima Dana, I Wayan Suyatna mengungkapkan, kegiatan penyampaian rencana kerja konsisten digelar setiap tahun yang dihadiri anggota agar mereka mendapatkan informasi lebih jauh apa yang akan menjadi rencana koperasi ke depan dan target yang ingin dicapai. Dalam rencana kerja yang dipaparkan, tahun depan KSP Guna Prima Dana menargetkan SHU bersih bisa mencapai Rp3,4 miliar, anggota bisa mencapai seribu dan dengan realisasi KUR yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemenko Perekonomian plafon mencapai Rp30 miliar. Aset dari Rp125 miliar, saat ini sudah mencapai Rp163 miliar. Dengan dibagikannya kartu anggota berbasis e-money, akan mempermudah anggota dalam bertransaksi baik itu digunakan untuk membayar tol maupun berbelanja.

KSP Guna Prima Dana juga mensosialisasikan aplikasi GPD Online yang tentunya juga akan memberikan pelayanan prima kepada anggota agar lebih efektif dan efisien. “Yang tidak kalah penting kami sampaikan juga kepada anggota tentang KUR, di mana KSP Guna Prima Dana memperoleh plafon KUR tahun depan sebesar Rp30 miliar. Tahun ini kita sukses menyalurkan KUR, dari plafon sebesar Rp8,5 miliar di bulan Oktober sudah habis tersalurkan,” katanya.

Suyatna mengharapkan, anggota dapat lebih aktif lagi memanfaatkan produk-produk yang ada seperti KUR yang tahun ini, layanan GPD Online serta kartu anggota berbasis e-money.

“Di era revolusi industri 4.0 koperasi harus memiliki digitalisasi yang bagus. Terkait dengan itu kami sudah merancang namanya cobranding dengan salah satu bank pemerintah. Mobile banking yang kita miliki akan tersambung dengan sistemnya bank tersebut anggota tidak perlu punya rekening di bank dan dilengkapi dengan ATM dan ditargetkan launching di 2020 dengan target seribu keping dibagikan,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra yang hadir dalam kesempatan ini mengungkapkan, di era revolusi saat ini tantangan bagi koperasi tentunya makin besar, anggota akan makin kritis serta menuntut pelayanan yang serba cepat dan praktis. Maka koperasi dituntut untuk memnfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan baik. Layanan digital koperasi harus bisa diakses pengguna dan anggota di mana saja dan kapan saja (mobile) melalui satu sentuhan. “Penyerahan kartu anggota berbasis e-money ini merupakan bukti bahwa pengurus KSP Guna Prima Dana ingin memberikan pelayanan prima kepada para anggota melalui pemanfaatan teknologi,” katanya.

Gede Indra menambahkan, kinerja usaha KSP Guna Prima Dana menunjukkan perkembangan yang sangat baik. KSP Guna Prima menjadi satu-satunya koperasi penyalur KUR saat ini di Bali dari dua koperasi lainnya di Indonesia, sehingga diharapkan KSP Guna Prima Dana menjadi role model bagi koperasi lainnya bukan saja di Bali namun juga di Indonesia. Sebagai koperasi penyalur KUR diharapkan KSP Guna Prima Dana segera melakukan perubahan anggaran dasar menjadi koperasi binaan tingkat provinsi, agar skala usaha dapat diperluas sehingga penyaluran KUR dapat dimanfaatkan anggota di seluruh Bali. *pur

BAGIKAN