2020, Penerimaan Pajak Ditarget Naik 21 Persen  

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  Bali pada 2020 ditarget bisa menaikkan penerimaan pajak 21% dari realisasi penerimaan pajak tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah DJP Bali Goro Ekanto

Denpasar (bisnisbali.com) –Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  Bali pada 2020 ditarget bisa menaikkan penerimaan pajak 21% dari realisasi penerimaan pajak tahun sebelumnya. Kepala Kantor Wilayah DJP Bali Goro Ekanto mengatakan, target tersebut cukup berat. Meski demikian, pihaknya akan berupaya keras mencapai target yang ditetapkan.

Namun diakui, penerimaan pajak di Bali cukup bagus, dibandingkan daerah lain karena penerimaan pajak Bali tidak terdampak pada harga komoditas. “Kalau KPP-KPP lain ada yang terpengaruh harga batubara dan lainnya. Kalau kita di Bali karena lebih banyak industri pariwisata, industri pengolahan, industri transportasi juga bagus jadi penerimaan pajak relatif lebih stabil,” tutur  Goro.

Ke depannya ia berharap kondisi perekonomian Bali makin baik sehingga target peningkatan penerimaan pajak akan dapat tercapai. Untuk itu DJP sedang terus berbenah dan melakukan reformasi mulai dari organisasi termasuk akan membentuk KPP madya baru tanpa menambah kantor sehingga pelayanan akan lebih baik.

Selain itu masalah SDM juga masih menjadi kendala, karena DJP masih  kekurangan orang dibandingkan dengan jumlah wajib pajak yang harus ditangani sangat banyak. “Tak jarang wajib pajak yang membayar Januari-Februari tetapi bulan berikutnya bolong. Ada juga yang pembayaran pajaknya turun dibandingkan bulan sebelumnya. Ini memerlukan penanganan khusus,” tukasnya.

Dikatakan, target pajak naik 21persen dari realisasi 2019 ini sebenarnya disesuaikan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 5% dan inflasi naik 3%. “Saat ini realisasi pajak sudah mencapai Rp9,655 triliun dari target penerimaan Rp11,665 triliun. Nilai itu sudah mengalami pertumbuhan 15,07% dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Untuk mencapai target penerimaan pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Masih banyak hal yang perlu dikerjakan karena tingkat kepatuhan pajak masih rendah yaitu 11%, padahal kalau mau jadi negara maju paling tidak tax rasio 16% .  Indonesia masih berada jauh di bawah negara ASEAN,” katanya. *pur

BAGIKAN