BPBD Bangli Gelar Pelatihan bagi Kelompok Usaha di Daerah Bencana

BPBD Kbupaten Bangli didampingi oleh BNPB RI kembali menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat yang berada di daerah pascabencana.

Bangli (bisnisbali.com) –BPBD Kbupaten Bangli didampingi oleh BNPB RI kembali menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat yang berada di daerah pascabencana.

Pelatihan yang merupakan kegiatan rutin bagi mereka yang terdampak bencana, kali ini mengangkat tema “Peningkatan Kemampuan Akses Permodalan, Produksi, Pemasaran” yang bertempat di RR Kantor Desa Songan B Kintamani Bangli.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bangli Putu Dedy Upariawan, ST, M.A. mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan memberikan pendampingan ekonomi untuk meningkatan kapasitas kelompok agar mampu bersinergi memulihkan dan meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah pascabencana, sehingga dapat menunjang pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah bencana.

”Kita harapkan dengan kegiatan ini masyarakat yang terdampak bencana atau berada di daerah pascabencana bisa segera bangkit utamanya dalam peningkatan ekonomi keluarga sehingga tidak hanya terpaku menunggu revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Dedy menambahkan dengan pelatihan yang langsung diberikan oleh orang -orang yang memang berkompeten di bidangnya diharapkan masyarakat akan makin mandiri dalam meningkatkan kualitas diri pascabencana yang terjadi.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi UMKM Nakertrans Kabupaten Bangli dan Dinas Perindustrian dan Perdagaangan Kabupaten Bangli.
Pada kesempatan ini pembicara dari Dinas Koperasi UMKM Nakertrans Kabupaten Bangli Wayan Tresna mengatakan peran koperasi dalam pendampingan terhadap masyarakat yang terdampak bencana sangatlah penting.

Selain permodalan pelatihan kepada masyarakat untuk memberikan gambaran tentang unit – unit usaha yang bisa dikembangkan pasca terjadinya bencana tentu diharapkan bisa menjadi alternatif. “Tentu koperasi di sini tidak hanya memberikan pendampingan di bidang dana saja, namun juga memberikan arahan unit – unit usaha apa saja yang mungkin bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi alam serta daerahnya,” ungkap Wayan Tresna.

Hal senada juga diungkapkan pembicara dari Dinas Perindustrian dan Perdagaangan Kabupaten Bangli, di mana pihak dinas tentu akan mengupayakan pengembangan usaha yang ada baik untuk segi penjualan maupun promosi, sehingga usaha yang dibuat bisa berkelanjutan dan bermanfaat bagi anggota masyarakat yang kali ini terdiri dari kelompok usaha.

Pelatihan kali ini diikuti oleh kelompok usaha masyarakat daerah bencana dari Dsn. Bantas, Desa Songan B. Kintamani, Kelompok Usaha Danu Jaya dengan usaha yang dimiliki sekarang berupa usaha abon ikan mujair dan Kelompok Usaha Maju Bersama dengan hasil usaha permen jelly berbahan dasar tomat. *ita