Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Produk  

Kemasan ternyata sangat penting peranannya dalam mengangkat nilai jual suatu produk.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kemasan ternyata sangat penting peranannya dalam mengangkat nilai jual suatu produk. Bahkan, dengan kemasan yang apik dan modern serta cantik dipandang mampu membuat produk tertentu berada di segmen pasar yang lebih baik, seperti pasar modern atau swalayan serta di toko oleh oleh sebagai bingkisan atau buah tangan bagi para wisatawan. Hanya saja pelaku usaha saat ini masih belum memperhatikan hal ini dan masih menganggap remeh pentingnya kemasan yang baik.

Pengamat ekonomi, Prof. Gede Sri Darma mengatakan, secara keseluruhan UMKM di Bali kondisinya sangat ironis sekali nasibnya. Tidak banyak UMKM yang berhasil menjadi besar. “Salah satu penyebabnya, selain permodalan juga disebabkan kualitas SDM serta tidak mampu untuk mengikuti perubahan, apalagi saat ini pemasaran konvensional sudah mulai ditinggalkan dan tidak diminati, dan sudah beralih ke digital marketing sudah menjadi keharusan bagi UMKM sekarang”  ujarnya.

Ia menambahkan, untuk bisa bertahan penting untuk para pelaku UMKM melakukan pembenahan bisa diawali dari proses pengemasan. “Pengemasan atau packaging sangat menentukan nilai jual sebuah produk. Jika produk dikemas dengan baik ibarat tubuh yang dibalut dengan pakaian yang indah bak gadis cantik, dengan penampilan yang baik dan menarik pasti akan banyak peminatnya,” katanya.

Hanya sekarang yang harus terus dibenahi adalah kesiapan pelaku UMKM dengan perubahan berbasis digital di mana produk yang diproduksi harus dibalut dengan teknologi dan dipasarkan secara online, dengan demikian keberadaan UMKM akan bisa bersaing dengan produk produk besar lainnya.

Pernyataan pengamat ekonomi ini juga disetujui pengelola Inkubator Bisnis Universitas Udayana Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., Ak., M.M. Ia mengatakan, hingga saat ini UMKM masih belum kreatif dalam urusan pengemasan produk, sehingga produk buatannya yang sebenarnya memiliki kualitas atau rasa yang bagus tidak bisa dipasarkan lebih luas. “Untuk menilai suatu produk biasanya orang akan melihat kemasannya dulu, seperti ungkapan dari mata turun ke hati yang artinya orang akan melihat kemasan yang menarik untuk kemudian ingin membeli atau mencobanya. Dan bahkan ada juga konsumen yang karena saking cantiknya suatu kemasan hingga tidak rela untuk membuka kemasannya sehingga artinya secara tidak langsung akan meningkatkan value atau nilai dari sebuah produk. Tak jarang pula produk yang biasa atau pasaran seperti keripik singkong namun setelah dikemas dengan baik dari yang sebelumnya dijual di pasar atau warung bisa dikembangkan ke pasar oleh-oleh atau supermarket,” katanya.

Dengan peningkatan nilai yang didapatkan, suatu produk dari kemasan yang cantik pastinya akan meningkatkan nilai jual dan jumlah produksi dari pelaku IKM kita, sehingga untuk mewujudkan ini peran pemerintah sangatlah penting, khususnya di bidang pendampingan dan pelatihan.

Sayu Sutrisna Dewi mengatakan, misalnya ketika memberikan dana hibah kepada UKM agar digunakan untuk memperbaiki desain dan produksi kemasan, mendorong tumbuhnya usaha di bidang desain komunikasi visual, serta membuka jurusan komunikasi visual di lembaga pendidikan. Dengan formatur yang tepat para pelaku IKM ini pasti akan bisa bertahan dan mengembangkan usahanya.

“Dibandingkan dengan produk yang dikemas biasa saja atau seadanya, produk yang dikemas dengan baik dan sungguh-sungguh memiliki pangsa pasar yang lebih luas selain nilai dari segi rupiahnya pun akan makin tinggi, apalagi pembeli dewasa ini memang sangat memperhatkan kemasan karena pastinya akan berdampak pada produknya, artinya dengan pengemasan yang cantik produknya pun pasti akan berkualitas,” katanya.

Pastinya apabila kemasan ini menarik dan cantik sesuatu yang biasa akan diubah menjadi istimewa, apalagi saat ini penjualan tidak hanya konvensional namun lebih banyak memanfaatkan pasar online, karena dirasakan lebih praktis dan ekonomis. Dengan tampilan produk yang bagus pastinya akan terlihat memiliki kelas di pasar digital. *ita