”Great Bali Xperience” Manuver Gaet Wisman saat ”Low Season”

Dalam kegiatan GBX diharapkan akan ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali

Peluncuran Great Bali Xperience (GBX) guna menggeliatkan pariwisata Bali saat masa low season.

Sejumlah promo hotel, restoran, penerbangan, dan diskon harga produk ritel dalam Great Bali Xperience (GBX) dapat dinikmati wisatawan mancanegara  (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom) Oktober 2019. Sejauhmana strategi GBX yang dirancang bersama Pemerintah Provinsi Bali bersama stakeholder pariwisata, maskapai, dan pelaku ekonomi terkait mampu menarik wisatawan?


OKTOBER hingga Desember antara lain merupakan periode yang masuk dalam masa low season. Untuk menggaet wisatawan dan menambahkan isian kamar hotel, pelaku pariwisata di Bali mesti bersinergi untuk menerapkan promo harga kamar, promo harga tiket, termasuk  promo harga paket wisata dan promo paket berbelanja.

Ketua Bali Tourism Board (BTB)/GIPI Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan, GBX di antaranya  penawaran paket flight dan hotel dengan harga terbaik bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi hotel dan maskapai serta tranportasi darat serta memberikan promo retail dan tourist attraction.

Wakil Ketua DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Made Ramia Adnyana mengatakan, program sejenis Great Bali Xperience (GBX) pada intinya menawarkan paket wisata promo untuk menggaet wisatawan saat masa low season di Bali.

Ramia Adnyana yang juga Ketua Panitia Great Bali Xperience menyampaikan, kegiatan GBX ini diharapkan akan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Dalam kegiatan GBX diharapkan akan ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali hingga 15 persen.
Menurutnya, sampai saat ini sudah ada lebih dari 100 hotel di Bali yang mengkonfirmasi ikut memberikan promo dalam ajang tersebut.

Manajemen hotel di Bali tidak dipaksakan mengikuti kegiatan GBX.
“Teman-temam hotel yang memiliki room inventory lebih karena okupansinya belum bagus, bisa berkontribusikan melalui Great Bali Xperience,” tegasnya.

Ia melihat, saat ini dengan rata-rata akupansi hotel 60 persen.  Ada sekitar 40 persen kamar hotel yang harus terisi dari total 145.000 kamar hotel di Bali. Kegiatan GBX ini sangat bagus karena kita melakukan promosi bersama. Ini untuk menarik pasar seluas-luasnya terutama pasar Asia dan domestik.

Made Ramia Adnyana menambahkan, melalui GBX diharapkan akan ada kenaikan wisatawan ke Bali berkisar dari 10-15 persen. Diskon harga kamar hotelnya kisaran 40-50 persen.
Direktur Utama Garuda Indonesia, IGN Ari Askhara mengatakan, Garuda Indonesia terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia, khususnya ke Bali dengan memberi dukungan pelaksanaan GBX yang diselenggarakan oleh Masyarakat Sadar Wisata dan Bali Tourism Board (BTB).

“Kami memberikan dukungan penuh sektor pariwisata Bali, berupa pemberian harga khusus yang ditawarkan melalui paket perjalanan wisata menarik kepada wisatawan selama periode 1 Oktober hingga 15 Desember 2019,” kata Ari Askhara.

Menurutnya, saat ini memang perlu adanya kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan melalui strategi promosi bersama dengan menghadirkan berbagai upaya meningkatkan daya kunjungan wisatawan di Bali. Ini khususnya melalui paket perjalanan yang lebih menarik dan kompetitif.

Ari Askhara berharap, penawaran harga khusus pada paket wisata yang ditawarkan program GBX dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggairahkan denyut pariwisata Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, GBX ini didukung kalangan pariwisata, maskapai penerbangan, dan pengusaha ritel, untuk mengakselerasi kunjungan wisatawan ke Bali. GBX ini bukan menjadikan wisata di Bali murahan, tetapi ini menjadi momen spesial.
Selama ini kalangan pariwisata dan pemerintah mungkin merasa berada di zona nyaman. Ini menyebabkan Bali agak lalai untuk menyiapkan tata kelola pariwisata yang kuat menghadapi berbagai tantangan yang terjadi.

Ia melihat sektor pariwisata harus memahami siklus kedatangan wisatawan. “Saat siklus kunjungan wisatawan sepi harus melakukan manuver, saat siklus kunjungan ramai tetap melakukan pelayanan yang terbaik,” ucapnya.
Wayan Koster menambahkan dunia pariwisata itu sangat rentan terhadap berbagai isu seperti isu politik, ekonomi, dan sebagainya, serta regulasi yang diberlakukan. GBX akan menjadi salah satu upaya jangka pendek untuk mengakselerasi kunjungan wisatawan pada saat low season. *kup