Berdayakan ODS di Rumah Berdaya, Ciptakan Produk yang Diterima Pasar

Rumah Berdaya yang menampung orang dengan skizofrenia (ODS) memberikan berbagai keterampilan untuk membentuk kemandirian para ODS.

BERDAYA - Pengelola Rumah Berdaya Nyoman Sudiasa menjelaskan berbagai produk yang diproduksi di Rumah Berdaya.

Denpasar (bisnisbali.com) – Rumah Berdaya yang menampung orang dengan skizofrenia (ODS) memberikan berbagai keterampilan untuk membentuk kemandirian para ODS. Berbagai produk pun mampu diciptakan yang juga diterima oleh pasar.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, AA Ayu Diah Kurniawati, S.Pt., M.Si., didampingi Pengelola Rumah Berdaya Nyoman Sudiasa, Kamis (10/10) menuturkan, Rumah Berdaya ini dibuat untuk memberdayakan ODS agar dapat diterima di lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Di Rumah Berdaya ini mereka diajarkan banyak keterampilan, mulai dari menyablon, membuat VCO, membuat keben dari koran, menerima jasa cuci motor, membuat lukisan, mencelup dan mengemas dupa serta membuat tas (tote bag).

Produk yang diciptakannya ini pun mendapatkan pasar yang cukup baik. Seperti tote bag yang pernah dipesan dengan jumlah banyak oleh penyanyi jazz Indra Lesmana untuk konsernya. Tote bag ini pun diproduksi langsung, mulai dari jarit hingga sablon. “Namun, di sini bukan fokus produksi dan penjualan yang kami tekankan lebih ke edukasi. Kami inginkan ODS memiliki kegiatan yang menambah semangat dalam dirinya. Terlebih bisa menciptakan kemandirian,” ujarnya.

Selain tote bag yang menjadi produk unggulan di Rumah Berdaya, produk lainnya juga mampu diciptakan dan telah dipasarkan seperti dupa. Meski baru sebatas celup dan kemas, pemasaran dupa-dupa ini menyasar dinas-dinas serta masyarakat umum yang juga bertujuan edukasi masyarakat tentang kegiatan positif oleh ODS.

Di Rumah Berdaya, ODS datang pukul 09.00 dan pulang pukul 17.00 Wita, dari Senin sampai Jumat. Mereka ada yang datang diantar keluarga dan ada yang membawa kendaraan sendiri. Saat ini ada sekitar 53 orang yang dibina di rumah berdaya, namun yang aktif datang hanya 25-30 orang.

Beberapa ada juga yang tercatat sebagai alumni karena dirasa sudah mampu mandiri. Bahkan, ada 4 orang alumni yang diangkat menjadi karyawan kontrak Dinas Sosial Kota Denpasar yang mengelola Rumah Berdaya. *wid