Bank Dinilai belum Respons Penurunan Bunga Acuan BI

Tampaknya tidak ada pergerakan perbankan untuk merespons penurunan suku bunga acuan BI

Denpasar (bisnisbali.com) – Pascapenurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) hingga menyentuh level 5,25 persen, menurut pengamat ekonomi dari Undiknas University Prof. IB Raka Suardana, belum banyak direspons oleh kalangan perbankan. Perbankan belum menyesuaikan suku bunga sesuai kebijakan tersebut hingga kini. Karena itu, ekonomi atau usaha tak menggeliat optimal jelang akhir tahun ini.

“Tampaknya tidak ada pergerakan perbankan untuk merespons penurunan suku bunga acuan BI ini. Mereka (perbankan) bertahan dengan melempar suku bunga yang masih cukup tinggi hingga kini,” tutur Raka, di Denpasar, Selasa (8/10) kemarin.

Prediksinya, kondisi tersebut kemungkinan ada kaitannya dengan menunggu momen pelantikan presiden, sehingga mereka (perbankan) dan juga sejumlah kalangan pelaku usaha cenderung masih bersikap wait and see saat ini. Menurutnya, momen pelatikan presiden nanti akan sangat menentukan banyak hal, di antaranya mulai dari keamanan berinvestasi hingga sejumlah kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pemerintahan yang baru nanti, termasuk juga orang-orang yang akan menduduki posisi menteri juga menjadi acuan bagi pelaku disektor usaha termasuk kalangan lembaga keuangan dalam mengambil langkah strategi bisnis nantinya.

Jelas Raka, saat ini momen pelantikan presiden yang dinanti-nanti dalam mengambil kebijakan strategis di sejumlah kalangan. “Di kalangan lembaga keuangan ini ada kecenderungan dana mengendap yang tidak tersalurkan cukup besar, dampak dari kelesuan ekonomi sekarang ini,” ujarnya.

Tambahnya, dana mengendap di lembaga keuangan yang cukup besar ini, sebenarnya sangat berbahaya atau mengancam kesehatan perbankan bila itu dibiarkan berlarut-larut. Bank akan membayar bunga kepada deposan dan penabung. Sebab itu, bank harus mempunyai strategi bisnis untuk mencegah over likuiditas, selain mengandalkan stimulus kebijakan ekonomi dari pemerintah sekarang ini. *man