LPD Tambakan Terapkan Prinsip Kehati-hatian

MEMPERMUDAH akses permodalan dan mensejahterakan masyarakat atau krama desa merupakan salah satu yang melatarbelakangi LPD Tambakan bangkit kembali.

MEMPERMUDAH akses permodalan dan mensejahterakan masyarakat atau krama desa merupakan salah satu yang melatarbelakangi LPD Tambakan bangkit kembali. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengajak warga masyarakat menabung di LPD seperti sosialisasi melalui paruman desa dan piodalan di kahyangan tiga di Desa Tambakan.

Upaya tersebut pun tidak sia-sia dilakukan para pengelola LPD. Bahkan, di usia LPD yang baru delapan bulan ini, sudah mampu memiliki puluhan nasabah penabung rata – rata di atas Rp1 juta dan puluhan nasabah penabung dari kalangan anak-anak yang ada di Desa Tambakan.

Selain itu, LPD Tambakan juga membuat terobosan berupa produk pinjaman tanpa agunan kepada krama desa dengan jumlah pinjaman maksimal Rp2 juta yang cukup diminati krama desa. Sejauh ini, baik produk kredit tanpa agunan dan yang menggunakan agunan sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat, tidak sedikit masyarakat yang mempercayakan LPD untuk mengakses modal untuk usahanya.

Kepala LPD Desa Adat Tambakan, I Made Seneng Santosa menjelaskan, produk berupa kredit tanpa agunan ini sebelumnya sudah melalui paruman dengan pihak desa adat hingga menghasilkan kesepakatan. Terkait perarem yang mengatur LPD Tambakan dijelaskan bagi nasabah khususnya peminjam dana LPD apabila tidak melakukan kewajibannya sebagai nasabah kredit hingga mengalami keterlambatan melewati waktu yang ditentukan, maka krama desa yang bersangkutan dikenakan sanksi berupa tidak mendapat pelayanan dari desa adat.

Kendati demikian, belajar dari pengalaman sebelumnya para pengurus LPD Tambakan dalam pengelolaan LPD selain mengacu pada perarem juga mengedepankan prinsip kehati-hatian serta analisa kredit pada calon nasabah. “Jadi kita lakukan pendekatan dengan calon nasabah, apakah bersedia memenuhi kewajiban sebagai peminjam dengan mengikuti aturan yang berlaku di LPD,” katanya. *ira