Program Kerja Sekeha Teruna harus Berdasar Tri Hita Karana  

Sekeha teruna (ST) yang dibentuk di Bali merupakan orang-orang yang muda sebagai anaknya banjar di setiap banjar.

HUT - Wabup Suiasa saat menghadiri Puncak Perayaan HUT ke-45 (setiman) Sekaa Teruna Dharma Bhakti Nugraha, Br. Pemijian, Desa Sangeh dirangkaikan pengukuhan pengurus baru, Minggu (6/10). 

Mangupura (bisnisbali.com) –Sekeha teruna (ST) yang dibentuk di Bali merupakan orang-orang yang muda sebagai anaknya banjar di setiap banjar. Tujuannya ikut bersama-sama melaksanakan konsep ajaran Tri Hita Karana (Parhyangan, pawongan, palemahan). “Sekeha teruna wajib melaksanakan Tri Hita Karana dalam program kerjanya,” harap Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-45 (setiman) ST Dharma Bhakti Nugraha, Br. Pemijian, Desa Sangeh yang dirangkaikan pengukuhan pengurus baru, Minggu (6/10).

Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati serta menyerahkan dana motivasi Rp29 juta. Hadir mendampingi Wabup Suiasa, Kabag Humas Setda Badung Made Suardita, Camat Abiansemal I Gst. Ngurah Suryajaya dan Tripika Kecamatan serta tokoh masyarakat Desa Sangeh.

Wabup Suiasa mengatakan, dalam pembagian tugas organisasi, ST juga sesuai dengan baga Tri Hita Karana yakni baga Parhyangan, baga pawongan dan baga palemahan. “Kami juga harapkan kepada prajuru desa adat dapat mensosialisasikan kepada ST untuk program kerjanya meliputi tiga bidang yakni parhyangan, pawongan dan palemahan,” jelasnya seraya menambahkan dalam setiap rapat ST diusahakan berbahasa Bali, karena dasar kita adalah adat.

Sementara itu Ketua ST Dharma Bhakti Nugraha, I Made Giri Sabora mengatakan, berbagai kegiatan dan lomba berbasis seni budaya telah dilaksanakan serangkaian HUT ini. Juga diadakan jalan santai sekaligus pungut sampah plastik. Atas nama ST pihaknya berterima kasih atas dukungan Pemkab Badung yang sangat komit dengan sekeha teruna. “Kami akan selalu mendukung program dan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Badung,” tambahnya. *adv