Mi Sehat, Olahan dari Tepung  Singkong dan Kelor

Mi merupakan jenis makanan yang digemari oleh hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa.

KELOR - KWT Sekar Sari desa Bukti Buleleng membuat mi mocaf kelor.

Singaraja (bisnisbali.com) –Mi merupakan jenis makanan yang digemari oleh hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun banyak orang mengatakan terlalu sering mengkonsumsi mi, berbahaya bagi kesehatan.

Namun mi berbahan baku tepung mocaf yang dikombinasikan dengan ekstrak daun kelor, sangat sehat dan aman dikonsumsi. A. A. Ngurah Badung, Peneliti BPTP-Balitbangtan Bali menuturkan tepung singkong atau  tepung mocaf yang berdasarkan penelitian jauh lebih sehat untuk dikonsumsi ketimbang tepung terigu.

“Tepung mocaf memiliki kadar karbohidrat 85-87% tetapi tidak mengandung gluten. Zat gluten lebih banyak terdapat pada tepung terigu yang berfungsi dalam menentukan kekenyalan makanan dan kekuatan tepung untuk mengembang,” ucapnya.
Akhir-akhir ini masyarakat mengurangi konsumsi gluten untuk alasan kesehatan. “Gluten dianggap berbahaya karena mempengaruhi sistem kerja lambung, usus dan sering memunculkan reaksi alergi dari beberapa penderita autis,” paparnya.
Selain tidak mengandung gluten, keunggulan tepung mocaf adalah mengandung antioksidan yang tinggi yakni sebesar 17,26% yang dapat melindungi sel-sel terhadap  efek radikal bebas. Dengan menkonsumsi tepung mocaf untuk pembuatan olahan makanan akan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan mengurangi ketergantungan produk tepung terigu yang pada umumnya diperoleh dari impor.
BPTP Balitbangtan Bali melalui kegiatan bioindustri melaksanakan kegiatan bimtek peningkatan kualitas produk olahan mie berbahan baku tepung mocaf di KWT Sekar Sari, desa Bukti Buleleng.

“Kali ini para anggota KWT kami ajarkan teknologi fortifikasi mi dengan penambahan ekstrak daun kelor. Daun kelor yang terkenal dengan sebutan “miracle tree” ini memiliki kandungan gizi tinggi terutama protein dan vitamin c yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh,” tutur peneliti BPTP Bali Dr Ni Wayan Trisnawati.
Melalui praktik langsung para anggota KWT telah mampu menghasilkan inovasi mi tepung mocaf yang mengandung ekstrak daun kelor. Mi yang dibuat meliliki tekstur lembut dengan warna yang khas dan menarik yakni berwarna hijau. “Melalui inovasi dalam bimtek ini kami harapkan akan menambah varian  produk turunan tepung mocaf, terutama produk mi kering. Kita berharap produk ini kedepannya akan memiliki daya tarik tersendiri sehingga akan bisa diterima oleh pasar,” katanya memungkasi. *pur