BI 7DRR Berpotensi Bertahan hingga Akhir 2019

Setelah pelantikan presiden dan pelantikan menteri dalam jajaran kabinet, ada peluang bunga acuan BI akan menurun secara bertahap

Denpasar (bisnisbali.com) – Setelah pelantikan presiden dan pelantikan menteri dalam jajaran kabinet, ada peluang bunga acuan BI akan menurun secara bertahap. Dari kalangan pengamat ekonomi dan perbankan, BI 7DRR di kisaran 5-5,25 persen diprediksi masih berpotensi bertahan hingga akhir 2019.

Pengamat perbankan Komang Adi Prananda di Renon, Jumat (4/10) kemarin mengatakan, besaran BI 7DRR hingga akhir 2019 masih tetap bertahan di kisaran level seperti sekarang. Bank sentral diperkirakan belum kembali menurunkan BI 7DRR karena dipandang level yang sudah ideal. BI tentunya akan melihat bagaimana kebijakan ekonomi global seperti bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau the Fed.

“Dari segi kebijakan makro ekonomi belum ada terobosan kongkret yang dilakukan pemerintah terkait kebijakan fiskal. Hal sama BI terkait dengan kebijakan moneter maupun kebijakan segi penawaran untuk mengendalikan/menurunkan inflasi yang dapat mendorong penurunan BI 7DRR,” katanya.

Dari segi kebijakan fiskal, ujarnya, dengan adanya persiapan dan operasional kabinet menteri yang dilantik serta dituntut bekerja cepat dan segera akan bisa mendorong belanja pemerintah meningkat, apalagi ada kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan berpengaruh terhadap gagal panen. Keadaan ini juga menyulut adanya kenaikan beberapa harga komoditas pertanian. Kedua hal tersebut, imbuhnya, masing-masing dapat mendorong kenaikan jumlah uang yang beredar dan kenaikan harga-harga, sehingga berpotensi  inflasi cenderung meningkat  dan menghambat upaya penurunan BI 7DRR dan suku bunga perbankan pada umumnya.

“Kemungkinan bunga acuan BI akan cenderung stabil. Beda pada 2020 karena kabinet sudah bekerja optimal dan produktif, sehingga berkemampuan mengeluarkan kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan segi penawaran yang efektif dalam upaya menekan inflasi, dalam upaya menurunkan suku bunga,” jelasnya.
Harapan kini pelantikan presiden plus para menterinya mendatang bisa membawa perbaikan ekonomi, dunia usaha dan investasi. Termasuk pula penguatan modal perbankan dan peningkatan UMKM. *dik