Sumbang Pendapatan Daerah Pemerintah mesti Perhatikan Pengelolaan Vila

Vila merupakan salah satu penyumbang pajak yang cukup besar untuk pendapatan negara.

BVA-Member BVA mengikuti seminar guna menghadapi tantanga era revolusi industri 4.0.

Mangupura (bisnisbali.com)-Vila merupakan salah satu penyumbang pajak yang cukup besar untuk pendapatan negara. Co-founder Bali Villa Association (BVA), Drs. Ismoyo S. Soemarlan, M.Par, Kamis (3/10) menilai pemerintah mesti memperhatikan pengelolaan vila.
GM dari Uma Sapna Villas ini menyatakan, dari sektor akomodasi, BVA mengharapkan agar pemerintah juga memberikan perhatian yang khusus untuk pengelola vila.
Untuk menjamu wisatawan yang menginap, anggota terus berbenah dari sisi pelayanan. “Ini guna memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berlibur di Bali,” ucapnya.
Ismoyo selalu mengingatkan kepada pengelola villa bahwa konsep vila sangat erat sekali hubungannya dengan kualitas. Ini baik kualitas produk, pelayanan dan pengelolaan.
Sebelumnya Area Manager Traveloka, Gusti Ayu Emma Sulyastini menyampaikan pengaruh industri 4.0 dan Go Digital merupakan fenomena yang tidak bisa dihindarkan oleh pelaku villas. Mereka bisa berinovasi pada digital marketing merupakan kunci sukses untuk bisa menjangkau pasar global yang lebih luas. “Ini terutama pasar milenial yang menjadi pangsa pasar dominan pada industry 4.0,” ucapnya.
Gusti Ayu Emma Sulyastini menambahkan bahwa Traveloka siap bekerja sama lebih baik lagi dengan stakeholder Villas dalam menjawab tantangan tyang sudah dan akan dihadapi di era industri 4.0, sehingga BVA dapat meningkatkan market share atas jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. *kup