Kembangkan “Silent Tourism”, Investor Asing tetap Minati Bali

Kran investasi (penanaman modal asing) ke Bali masih terus dibuka oleh pemerintah.

Ketut Sudibya, S.H.
Denpasar (bisnisbali.com) –Kran investasi (penanaman modal asing) ke Bali masih terus dibuka oleh pemerintah. Promosi terhadap potensi investasi di Bali terus dilakukan melalui berbagai event seperti regional investment forum.
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sudibya, S.H. mengatakan, promosi potensi investasi di Bali terus dilakukan pemerintah seperti regional Investment forum dengan mengundang investor seluruh dunia beberapa bulan lalu, yang direspons positif para investor. “Bali masih diminati, sebagai tempat penanaman modal. Sektor pariwisata tetap menjadi sektor yang paling diminati para investor, tetapi sektor lain termasuk pengelolaan sampah juga tetap ada peminat,” terangnya.
Dikatakan, promosi potensi investasi juga akan dilakukan dalam waktu dekat di Forum Sunda Kecil  yang terdiri atas Bali, NTT, NTB dengan mengundang investor Cina, pada 14-17 November di NTT. “Kami berharap pada forum ini, akan terjaring sejumlah investor  tentunya yang sejalan dengan visi Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ucapnya.
Dikatakan, potensi pariwisata yang dipromosikan di antaranya pengembangan pariwisata Bali Utara. “Untuk pemerataan pembangunan kepariwisataan, memang target pemerintah adalah pengembangan pariwisata di Bali Utara. Jadi ini yang kami promosi, selesai itu juga ada pengembangan sejumlah pariwisata lainnya,” terangnya.
Silent tourism  adalah jenis pariwisata yang  akan dikembangkan di daerah Buleleng dan Karangasem. “Ini untuk wisatawan yang membutuhkan ketenangan dan tidak mau diganggu,” ucapannya. Ada juga retired tourism yaitu pariwisata bagi para pensiunan yang ingin menghabiskan masa tuanya di Bali.
“Jenis pariwisata ini yang sedang dikembangkan dan investasi di bidang ini sudah kami promosikan. Ada banyak tempat yang dikembangkan seperti Buleleng dan Karangasem,” pungkasnya. *pur