19.000 UMKM Buleleng Mampu Akses KUR

Singaraja (bisnisbali.com) –Krisis ekonomi yang melanda  beberapa tahun belakangan ini ternyata tidak begitu memberikan dampak buruk pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng.

UMKM justru lebih mampu bertahan dalam menghadapi situasi dan kondisi seperti itu. Karena itu usaha kecil atau menengah memiliki peluang serta mampu memberikan kontribusinya bagi perkembangan perekonomian. Salah satu yang mendongkrak UMKM mampu bertahan dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini adalah kredit permodalan dengan bunga ringan.

Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program pemerintah dan dananya sepenuhnya berasal dari dana bank. Program ini selain membantu dalam permodalan juga membantu pemerintah mengurangi kemiskinan dan pengangguran, kredit ini diperuntukkan bagi usaha mikro kecil,menengah dan koperasi .

Dijelaskan Dewa Sudiarta, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Buleleng, makin tingginya angka UMKM di Kabupaten Buleleng tidak terlepas dari mudahnya akses permodalan. Dari 34.552 UMKM yang ada  tercatat sudah ada 19.000 UMKM yang memanfaatkan akses KUR sebagai permodalan. “Masih banyak sekali ruang untuk para pelaku UMKM untuk bisa mengakses permodalan, terpenting bagaimana UMKM mampu memenuhi syarat yang ada salah satunya izin usaha yang menjadi salah satu poin utama dalam pengajuan permodalan tersebut,”jelasnya.

Pihaknya terus mendorong agar para pelaku UMKM memahami, kalau masih banyak lagi akses permodalan yang bisa digali, sebagai jembatan untik makin berkembangnya usaha tersebut. *ira