Bupati Bangli Tampil dalam Pesona Budaya TMII

Bangli (bisnisbali.com) –Dalam upaya mempromosikan seni budaya Bali yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali yang salah satunya adalah pelestarian seni budaya termasuk alam Bali, digelar acara Pesona Budaya berupa pentas pragmen kesenian Bali oleh Kabupaten Bangli sebagai perwakilan Provinsi Bali.

Acara yang digelar di Anjungan Bali Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai miniaturnya Nusantara turut hadir Sekda Provinsi Bali, Bupati Bangli, Wakil Bupati Bangli Sekda Bangli, Forkompimda Kabupaten Bangli, perwakilan dari Kementerian Pariwisata, PHDI Pusat, perwakilan kedutaan negara sahabat seperti Kedutaan Ekuador, Venezuela, Portugal, Yordania, Banglades dan lainnya termasuk para tokoh etnis dari 34 provinsi dan masyarakat Bali yang ada di se – Jabodetabek dan Bogor.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wibawa menyampaikan pesona budaya adalah paket acara khusus yang diselenggarakan secara bergilir. Saat ini Bangli dapat giliran untuk tampilkan kesenian berupa pameran kerajinan, yang diselenggarakan selama 3 hari mulai Jumat, Sabtu dan Minggu yang puncaknya yaitu   Sabtu ditampilkan pagelaran seni pertunjukan berupa pragmen tari. Tujuan dari pementasan ini adalah sebagai ajang promosi daerah yang mana undangannya adalah para duta besar negara-negara sahabat yang ada di Indonesia.

Selain itu juga diundang para tokoh – tokoh paguyuban etnis seluruh daerah di 34 provinsi dan para pejabat pusat maupun pejabat dari kabupaten daerah itu sendiri termasuk para tokoh masyarakat Bali yang ada di Jakarta se – Jabodetabek dan Bogor.
Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Bali yang juga mengelola Anjungan Bali di TMII, di mana TMII ini adalah miniaturnya nusantara dengan 34 provinsi ada didalamnya.

Diharapkan, dengan dilaksanakan kegiatan ini yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali yang salah satunya adalah program pelestarian seni budaya Bali, oleh karena itu dari tahun ke tahun kita lakukan langkah ini dengan mengundang para duta besar negara sahabat dan para tokoh etnis di 34 provinsi untuk bisa menyaksikan pentas budaya ini. “Karena para duta besar sangat antusias dengan pertunjukan dari Bali ini,” terangnya.

Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H. M.Hum., M.Kn usai pertunjukan menyampaikan rasa banga sudah dapat mengisi acara dengan seni rindik. Dikatakan pada dasarnya darah seni sudah mengalir dari leluhur, akan tetapi para orang tua menginginkan anak – anaknya lebih pada akademisi dan intelektual maka bakat seni itu di ditutup sementara, namun di sela-sela waktu luang jiwa seni itu disalurkan  dengan memainkan seni rindik. “Meski dengan segala keterbatasan saya merasa berbangga dan berbahagia bisa tampil di Pesona Budaya di TMII ini,” kata Made Gianyar.

Harapan dengan ditampilkannya pragmen dan kesenian dari Bangli ini tentu budaya dan seni akan mengalir terus, sembilan tahun lagi kita akan datang lagi dengan orang-orang baru siapa pun pejabatnya kreativitas seni harus terus berkembang dengan cipta karya yang baru untuk membawa nama baik Bangli khususnya dan Bali pada umumnya untuk nusantara dan dunia melalui perwakilan para duta besar negara sahabat.

 “Selamat buat para seniman Bangli telah tampil dengan sempurna meski dengan segala keterbatasan sudah memeberikan yang terbaik untuk Bangli,” kata Made Gianyar.

Sementara itu Sekda Provinsi Bali Dewa Indra menyampaikan apresiasi pada acara Pesona Budaya hari ini sudah berjalan dengan baik dan lancar namun ada beberapa yang menjadi atensi, karena pementasan seni ini adalah tujuannya untuk promosi yaitu memperkenalkan budaya Bali pada pihak lain, pada masyarakat Jakarta, mancanegara melalui perwakilan duta besarnya.

“Menurut pandangan saya ke depan agar perunjukan seperti ini bisa dipilih yang lebih universal dan bisa dipahami, karna menggunakan bahasa Bali saya jadi khawatir para undangan yang hadir tidak mengerti percakapan dalam pementasan, sehingga pertunjukan ini menjadi pertunjukan yang dibawa dari Bali hannya untuk masyarakat Bali yang ada di Jakarta. Kalo itu yang terjadi maka nilai promosinya menjadi tidak ada,” katanya. “Akan tetapi bagaimana pun kami sangat berterima kasih pada Kabupaten Bangli telah memberikan yang terbaik untuk Bali tentu hal ini tidak akan berjalan baik kalau tidak ada kerja sama yang baik pula dari semua pihak,” tambah Sekda Provinsi Bali. Oleh karena itu ke depan harus terus kita evaluasi sehingga apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini bisa tercapai dan memberi dampak positif untuk Bali ke depan.*ita