Dukuh Penaban Juara 1 Nasional Kategori Pokdarwis Mandiri

Menpar Arief Yahya menyerahkan sertifikat diterima Ketua Pokdarwis Dukuh Penaban, Nengah Sudana Wirawan.

Amlapura (bisnisbali.com) –Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Penaban,  Kelurahan Karangasem, Kabupaten Karangasem, tampil sebagai juara 1 nasional kategori Pokdarwis mandiri. Malam Penganugerahan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019, dilakukan Menteri Pariwisata, Arief Yahya,  Kamis (26/9) di Jakarta.

Kadis Pariwisata Kabupaten Karangasem Ketut Sedana Merta menyampaikan hal itu, Jumat (27/9) kemarin di Karangasem. Sedana Merta ikut mendampingi Ketua Pokdarwis Dukuh Penaban,  Nengah Sudana Wirawan yang menerima  penganugerahan juara 1 nasional itu.

Kadis Pariwisata Sedana Merta menyampaikan dengan Pemkab  mendampingi Pokdarwis Dukuh Penaban, diharapkan akan diikuti desa wisata atau Pokdarwis  lainnya di Karangasem. Diharapkan pengelola Pokdarwis memiliki target mandiri ke depannya.  Mandiri artinya ke depan tak selalu menunggu bantuan anggaran dari pemerintah. Namun meski mandiri,  pemerintah tetap membantu anggaran secara terbatas serta memfasilitasi dan mendorong Pokdarwis maju dan mengelola serta mempromosikan daerah tujuan wisata secara berkelanjutan.

Di lain pihak, Ketua Pokdarwis Dukuh Penaban, Sudana Wirawan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak serta kepada pengurus Pokdarwis dan  masyarakat Dukuh Penaban atas kerja keras selama ini dalam mewujudkan desa wisata itu. Menurut Sudana, Pokdarwis itu pembentukan dan pengelolaannya dimotori Bendesa Adat setempat,  I Nengah Suarya. Sudana Wirawan mengharapkan dengan dianugerahi juara 1 nasional sebagai Pokdarwis kategori mandiri, bukan berarti cita-cita atau tujuan dibentuknya Pokdarwis itu sudah selesai. Justru predikat itu menjadi tantangan tersendiri, dalam pengelolaannya.

Salah satu objek wisata di Pokdarwis itu berupa Museum Lontar, Dukuh Penaban. Di bangunan yang serba menggunakan bahan ramah lingkungan berupa kayu, bambu dan atap daun kelapa itu, disimpan ratusan naskah kuno dalam cakepan lontar. Beberapa bulan lalu sudah dilakukan workshop digitalisasi naskah lontar itu, salah satu tujuannya dalam rangka pelestarian dan ke depannya diupayakan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, sehingga isinya bisa diketahui banyak pihak.

Beberapa hari lalu, kata Nengah Suarya, juga digelar bedah buku puisi dan workshop penulisan cerpen berbahasa Indonesia dan nantinya bakal digelar kegiatan serupa, namun untuk bahasa Bali.  Pokdarwis itu, sudah dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

‘’Kami harapkan Pokdarwis Dukuh  Penaban dengan salah satu objeknya museum lontar itu nantinya menambah anekaragam objek wisata di Karangasem. Potensi desa, khususnya di bidang pariwisata dan pertanian harus dikelola secara berkelanjutan. Potensi kita besar untuk itu,’’ tandas Sudana. *bud