Kedatangan Wisman Mesti Disesuaikan dengan Daya Dukung Bali

DAYA DUKUNG ---Kedatangan wisman ke Bali mesti disesuaikan dengan daya dukung pariwisata Bali. 

Mangupura (bisnisbali.com)- Pariwisata Bali ditargetkan memberikan kontribusi 40 persen untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.  Wakil Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana, Kamis (26/9) mengatakan  semestinya kedatangan wisman ke Bali disesuaikan dengan daya dukung pariwisata Bali.

Bali semestinya tidak dipaksakan berkontribusi 40 persen guna memenuhi total target kunjungan wisman secara nasional.

“Secara logika mestinya tidak dipaksakan dengan target 40 persen sebab Bali memiliki keterbatasan dengan daya dukung,” ucapnya.

Daya dukung (caring capacity) yang terbatas terutama sumber daya alam (SDA) khususnya ketersediaan air. Ini termasuk ruas jalan yang semakin sempit akibat makin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor untuk mengangkut wisatawan selama di Bali.

Ramia Adnyana memaparkan semestinya target yang diberikan lebih realistis dengan anggaran yang memadai. “Jangan sampai Bali cuma ditarget 40 persen namun anggaran pembenahan pariwisata dan pemasaran  tidak setara untuk mencapai 40 persen target tersebut,” kilahnya.

Selama ini pembangunan fasilitas pariwisata dan infratsruktur di Bali kebanyakan karena crash program. Ini  seperti pembangun Tol Bali Mandara krena adanya Apec Summit dan Underpass Ngurah Rai karena Event IMF World Bank.

Menurutnya, perlu adanya pembangunan infrastruktur yang direncanakan di Bali. Ini hasilnya akan lebih bagus dan bisa dinikmati anak cucu ke depan.
Ramia Adnyana yakin di bawah Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster melalui visi Nangun Sat Kerti Loka Bali akan mampu membawa pembangunan lebih terarah dan menguatkan kearifan lokal,  alam, budaya dan manusia Bali. Pariwisata Bali akan menjadi destinasi yang memiliki keunikan, berbasis kerakyatan, berkualitas dan berkelanjutan.*kup